Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DESA SUGIHAN, KECAMATAN JATIROGO MENUJU KAMPUNG TANGGUH SEMERU COVID-1

Bachtiar Febrianto • Kamis, 25 Juni 2020 | 19:14 WIB
DESA SUGIHAN, KECAMATAN JATIROGO MENUJU KAMPUNG TANGGUH SEMERU COVID-1
DESA SUGIHAN, KECAMATAN JATIROGO MENUJU KAMPUNG TANGGUH SEMERU COVID-1

TUBAN, Radar Tuban – Desa Sugihan, Ke­camatan Jatirogo menjadi desa ke-20 yang diresmikan sebagai Kampung Tangguh Semeru di Kabupaten Tuban. Program yang digagas Polda Jatim tersebut kemarin (24/6) siang diresmikan langsung oleh Bupati Tuban Fathul Huda. Peresmian tersebut berlangsung di Dusun Purwosari desa setempat.
Ikut mendampingi bupati, Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, Kasdim 0811 Mayor (Arh) Teguh Prasetyo Wasis, Ketua DPRD Tuban H.M. Miyadi, anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto, Kapolsek Jatirogo AKP Ellis Suendayani, Danramil Jatirogo Kapten (Arm) Abdul Ghofar, Camat Jatirogo Moh. Nawawi, serta Kepala Desa Sugihan Basuki.
Bupati Tuban Fathul Huda dalam sam­butannya mengatakan, pandemi virus korona membawa pengaruh yang sangat besar dalam semua aspek kehidupan manusia. Terutama dari segi ekonomi.
Dikatakan dia, pandemi korona juga men­jadi permasalahan serius yang dialami hampir seluruh negara di dunia. ‘’Pandemi ini memang masalah yang serius. Butuh kerja sama dan kekompakan dari semua pihak, terutama pemerintah dan masyarakat untuk menanggulanginya,‘’ ujarnya.
Selain itu, orang nomor satu di  Pemkab Tuban tersebut juga mengajak  seluruh masyarakat Desa Sugihan untuk disiplin dalam mengikuti protokol kese­hatan yang sudah ditetapkan pemerintah.
Bupati juga menjelaskan, virus korona sangat mudah menular dengan droplet dan sentuhan. ‘’Untuk saat ini, obat yang paling man­jur menghentikan rantai persebaran virus korona hanya dengan menjaga jarak dan menggunakan pe­lindung diri, serta mengikuti protokol kesehatan,’’ jelasnya.
Diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Desa Sugihan Basuki  menyampaikan, program Kampung Tangguh di desanya merupakan upaya kesiapsiagaan desa dalam melawan pandemi virus korona. Dikatakan dia, berbagai persiapan dilakukan pemerintah desa setempat dan masyarakatnya. Termasuk membuat lumbung pangan, menyediakan ruang isolasi, serta meningkatkan pola hidup sehat bagi warganya. ‘’Semua itu dilakukan untuk menjadikan Desa Sugihan sebagai desa yang mandiri dalam menangani dan menanggulangi ben­cana pandemi ini,’’ tegas dia.
Tak hanya  menyiapkan fasilitas dan sarana saja. Basuki lebih lanjut menga­takan, desanya juga mendu­kung pengembangan home industry di desa setempat. Tu­juannya, untuk kembali me­mulihkan sektor eko­nomi masya­rakat desa yang ter­imbas buruk  akibat pandemi.
Di masa kepemimpinannya, dia mem­­punyai visi-misi untuk mening­katkan PAD semaksimal mungkin, hingga bisa mengimbangi ang­garan  pagu dana desa.
Di bagian lain, pria 55 tahun itu mengatakan, Desa Sugihan me­miliki tempat-tempat yang berpotensi untuk dikembangkan. ‘’Dengan me­ngelola po­tensi-potensi yang ada dengan benar, saya yakin dapat meningkatkan PAD Desa Sugihan dan dapat  menyejahterakan ma­syarakatnya’’ tuturnya.
Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, Kampung Tangguh Semeru adalah program unggulan Polda Jawa Timur sebagai upaya melawan persebaran Covid-19.
Program tersebut, papar dia, diadopsi secara masif oleh polres jajaran dengan nama Kampung Tangguh Semeru. Menurut Ruruh, program tersebut cukup efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menangkal Covid-19.
Polres Tuban, kata perwira kelahiran Ngawi itu, telah melaksanakan program Kampung Tangguh Semeru sejak 28 Mei hingga 24 Juni. Yang sudah diresmikan sebanyak 20 kampung tangguh pada 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban. ‘’Diharapkan, dengan ter­bentuknya satu kampung tangguh di setiap kecamatan ini dapat memberikan contoh bagi kampung lain untuk bersama-bersama dalam mencegah persebaran Covid-19,’’ tegas dia.

Editor : Bachtiar Febrianto