Daerah Ekonomi Esai Gemas Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Mbakyu Nasional Opini Pembaca Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Weekend Yuk

Dinkes Blora Catat 14 Kasus DBD Hingga Maret 2026, Telan Satu Korban Jiwa

Rahul Oscarra Duta • 2026-03-26 08:15:00

Infografis Kasus DBD di Blora (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Kasus DBD di Blora (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Blora masih menjadi ancaman serius. Hingga Maret 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mencatat 14 kasus DBD dengan satu pasien meninggal dunia.

Jumlah tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak lengah. Sebab sepanjang 2025 lalu tercatat 133 kasus DBD dengan empat kematian di wilayah setempat.

Kepala Dinkes Blora Edy Widayat mengatakan, kondisi cuaca yang masih sering hujan, membuat potensi penyebaran DBD tetap tinggi. Genangan air yang muncul di lingkungan rumah menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.

‘’DBD masih harus diwaspadai. Apalagi saat musim hujan, karena banyak tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.

Menurutnya, pencegahan paling efektif tetap melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penampungan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Selain itu, masyarakat juga diminta rutin memantau keberadaan jentik nyamuk di sekitar rumah. ‘’Kalau lingkungan bersih dan tidak ada tempat air tergenang, jentik nyamuk tidak akan berkembang. Ini yang paling penting dilakukan masyarakat,” jelas Edy.

Dinkes Blora sendiri terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Diantaranya melalui pemantauan jentik berkala, penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, hingga fogging fokus di wilayah yang ditemukan kasus.

Meski begitu, ia mengatakan, fogging hanya menjadi langkah penanganan sementara. Upaya utama tetap bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

‘’Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Kalau jentiknya masih ada, maka nyamuk akan muncul lagi. Karena itu PSN harus rutin dilakukan,” ujarnya.

Edy juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, mual, hingga muncul bintik merah pada kulit.

‘’Kalau demam lebih dari dua hari, jangan ditunda. Segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit supaya bisa ditangani lebih cepat,” tandasnya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#nyamuk #Dinkes Blora #kesehatan #demam berdarah #dbd #dinas kesehatan #blora #Penyebaran DBD #fogging