Daerah Ekonomi Esai Gemas Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Mbakyu Nasional Opini Pembaca Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Weekend Yuk

Puncak Kemarau, Kekeringan Masih Mengintai

M. Yusuf Purwanto • 2023-08-19 18:10:00
KEKERINGAN: Warga Japangrejo tampak antre bantuan air bersih, beberapa tangki berjejer menunggu giliran pengisian. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
KEKERINGAN: Warga Japangrejo tampak antre bantuan air bersih, beberapa tangki berjejer menunggu giliran pengisian. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro - Sumber air sumur warga mampet saat musim kemarau. Kedatangan truk tangki air bersih masih diharapkan warga. Karena itu, hampir satu bulan ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora telah dropping air bersih sebanyak 715 ribu liter. Mengingat saat ini memasuki puncak musim kemarau.

Kepala BPBD Blora Widjanarsih mengatakan, dropping air bersih kepada masyarakat masih terus dilakukan. Hingga agustus pertengahan ini sudah tercatat 715 ribu liter atau 143 tangki telah didistribusikan kepada titik lokasi kekeringan.

‘’Seharinya bisa 12 tangki berisi masing-masing 60 ribu liter air, karena desa di Blora termasuk banyak yang berpotensi bencana kekeringan,” ungkapnya.

Widjanarsih menjelaskan, pengangkutan air menggunakan tiga armada dan beberapa bantuan dari pihak swasta. Dari data yang dimilikinya terdapat 424.831 jiwa telah menerima bantuan. Tersebar di 125 desa, terbanyak di Kecamatan Jepon, sebanyak 19 Desa. Lalu, disusul Kecamatan Jati.

‘’Bencana kekeringan ini hampir merata semua desa di 14 kecamatan, terutama yang jauh dari sungai Bengawan Solo,” terangnya.

Sigit salah satu Warga Jepangrejo Kecamatan Blora mengaku kedatangan truk tangki air bersih memang sudah ditunggu-tunggu masyarakat. Tiap kali datang mobil tangki ia menyiapkan beberapa jeriken untuk persediaan air rumah tangganya.

‘’Kami senang jika disuplai air bersih ini, terimakasih yang telahm memberikan air bersih ke masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, kekeringan air yang ada di tempatnya sudah berlangsung sekitar dua bulan. Biasanya warga membeli air satu tangki seharga Rp 150 ribu guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Air bersih yang dibeli itu biasanya dapat digunakan untuk beberapa hari ke depan. ‘’Ya, karena sumurnya tidak ada sumber airnya,” ucapnya. (luk/bgs)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#air bersih #tangki #kekeringan #Kemarau