Progres Lahan UNY di Kabupaten Blora Capai 65 Persen

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:10 WIB
DIKEBUT: Progres penyiapan lahan pembangunan UNY di Blora mencapai 65 persen. (IST./RDR.BJN)
DIKEBUT: Progres penyiapan lahan pembangunan UNY di Blora mencapai 65 persen. (IST./RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pembangunan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora mulai berjalan. Tahap awal berupa penyiapan lahan yang kini memasuki minggu keempat masa kontrak selama 62 hari.

Progres pekerjaan tersebut terbilang cukup cepat. Hingga akhir minggu ketiga, realisasi penyiapan lahan mencapai 65,7 persen. Capaian itu jauh melampaui progres yang direncanakan, yakni sekitar 9,6 persen.

Konsultan Pengawas proyek, Sudibyo mengatakan, pekerjaan sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Bahkan, progres di lapangan menunjukkan deviasi positif sekitar 57 persen dibandingkan rencana.

‘’Kontraknya 62 hari dan sekarang sudah masuk minggu keempat. Akhir minggu ketiga progresnya 65,7 persen, sedangkan rencana baru 9,6 persen. Jadi cukup jauh di atas target,” ujarnya.

Pekerjaan tahap awal tersebut meliputi penyiapan lahan, timbunan, hingga pondasi. Total volume timbunan mencapai sekitar 7.474,8 meter kubik, dengan luas lahan yang disiapkan sekitar 7.200 meter persegi.

Baca Juga: Sepakati Percepatan Kampus UNY di Blora

Material timbunan yang digunakan berupa grosok atau agregat setara kelas B. Material tersebut didatangkan dari wilayah Rembang dan telah mendapat persetujuan pemilik pekerjaan.

Untuk pekerjaan penyiapan lahan tersebut, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 1,8 miliar. Sudibyo menjelaskan, percepatan pekerjaan terutama didukung banyaknya item timbunan serta ketersediaan armada pengangkut material.

‘’Item utamanya memang timbunan. Ketika material tersedia, armada pengangkut juga bisa langsung bergabung, sehingga pekerjaan di lapangan lebih cepat,” jelasnya.

Meski progres dikebut, kualitas material tetap menjadi perhatian. Penimbunan dilakukan secara bertahap dalam dua lapisan, dengan ketebalan masing-masing sekitar 30 hingga 50 sentimeter. Setiap lapisan dipadatkan dan menjalani pengujian kepadatan.

Pengujian dilakukan bersama tim laboratorium UNY. Berdasarkan hasil sementara, material dan tingkat pemadatan dinyatakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

‘’Setiap layer dipadatkan kemudian dites. Hasil pengujian dari Lab UNY semuanya memenuhi, bahkan ada yang di atas spesifikasi,” terang Sudibyo.

Dia menegaskan, material yang tidak sesuai ketentuan akan ditolak. Pengawasan juga dilakukan untuk memastikan material yang digunakan sesuai dengan pengajuan yang telah disetujui.

Baca Juga: Pemkab Blora Hibahkan Lahan Seluas 8,7 Hektare untuk Kampus UNY

‘’Kalau material urukan tidak sesuai spesifikasi, pasti kami tolak,” tegasnya.

Sementara itu, material hasil galian pondasi tidak digunakan kembali sebagai bahan timbunan. Material tersebut hanya diratakan di lokasi pekerjaan. Hingga saat ini, Sudibyo memastikan belum ditemukan material timbunan yang tidak sesuai pengajuan. Pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh pekerjaan penyiapan lahan rampung sesuai spesifikasi. (ozi/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Kabupaten Blora universitas negeri yogyakarta UNY Proyek