136 Siswa SMAN 1 Tunjungan Diduga Keracunan MBG, Wabup Blora Usulkan Penutupan SPPG Sukorejo 2

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:35 WIB
LAKUKAN PEMERIKSAAN: Petugas kesehatan memeriksa ratusan siswa SMAN 1 Tunjungan yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
LAKUKAN PEMERIKSAAN: Petugas kesehatan memeriksa ratusan siswa SMAN 1 Tunjungan yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Sebanyak 136 siswa SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Para siswa mengeluhkan mules, diare, muntah, lemas hingga pusing.

Keluhan tersebut muncul pada kemarin (8/9), sehari setelah siswa menerima dan mengonsumsi menu MBG yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 pada Senin (7/9).

Pihak sekolah kemudian meminta siswa yang mengalami keluhan kesehatan berkumpul di aula. Mereka berasal dari kelas X, XI, hingga XII.

Kepala Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Tutik mengatakan, dari total 1.180 siswa, sementara tercatat 133 siswa mengalami gejala.

Baca Juga: Komisi IX Dorong Transformasi Tata Kelola BGN, Soroti Dugaan Keracunan Massal MBG

"Ini sementara diperiksa oleh petugas puskesmas. Ada yang mengeluh pusing, diare, dan muntah," ujarnya

Beberapa siswa dengan kondisi cukup lemah mendapat penanganan lebih lanjut. Salah seorang siswi bahkan dirujuk ke Klinik Citra Mulia, karena mengalami kondisi lemah disertai keluhan pada detak jantung. Meski keluhan muncul sehari setelah mengkonsumsi MBG, pihak Dinkes belum memastikan penyebabnya berasal dari makanan tersebut.

"Untuk memastikan apakah keracunan MBG, kita belum tahu karena kita belum sidak ke SPPG. Ini terindikasi setelah makanan MBG yang kemarin," jelas Tutik.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Blora yang juga Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini menyebut SPPG Sukorejo 2 sebelumnya telah dua kali mendapat peringatan.

"Sudah kejadian dua kali dan ini yang ketiga. Ya, mau enggak mau kami harus mengusulkan tutup," tegasnya.

Menurut Sri, pihaknya mengusulkan agar SPPG tersebut ditutup permanen karena persoalan serupa telah terjadi hingga tiga kali.

Pihaknya juga akan mengusulkan pengembalian kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penerima manfaat yang sebelumnya telah mendapatkan alokasi anggaran.

Selain persoalan siswa yang mengalami gangguan kesehatan, kualitas makanan dari SPPG tersebut juga menjadi sorotan. Menu yang dibagikan  pada hari Senin (7/9) antara lain nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, rebusan brokoli, dan jagung manis.

Bahkan, terdapat laporan temuan benda yang disebut menyerupai belatung pada sayuran brokoli. Temuan tersebut masih perlu ditelusuri untuk memastikan sumber dan penyebabnya.

"Di Al-Banjari bahkan ada belatungnya," jelasnya.

Baca Juga: Terdapat Cemaran Tinja dalam Air, Penyebab Keracunan MBG Terbongkar

Salah seorang siswa, Nino Alfiansah, mengaku mengalami mules setelah menyantap menu MBG.

"Saya mengalami mules, Mas," katanya.

Keluhan lebih berat dialami Muhammad Diandra. Dia mengaku mengalami diare, mules, lemas, dan pusing. Bahkan, dia mengaku buang air besar hingga enam kali.

"Saya diare, mules, lemas, dan pusing. Mencret sampai enam kali," ungkapnya.

Sebagai langkah sementara, pembagian MBG kepada siswa SMAN 1 Tunjungan pada Selasa (8/9) dihentikan. Para siswa juga dipulangkan lebih awal sembari menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dinkes Blora masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut. Pemeriksaan terhadap siswa, makanan yang dikonsumsi, serta SPPG Sukorejo 2 menjadi bagian dari proses untuk mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan MBG. (ozi/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Kabupaten Blora BGN Wakil Bupati Blora Sri Setyorini keracunan mbg Mbg