Dua Warga Blora Alami Laka Lantas Akibat Galian Fiber Optik Disorot

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 07:13 WIB
MENGGANGGU LALIN: Galian fiber optik mengganggu pengguna jalan yang melintas di sepanjang Jalan Nasional Blora-Cepu. (IST./RDR.BJN)
MENGGANGGU LALIN: Galian fiber optik mengganggu pengguna jalan yang melintas di sepanjang Jalan Nasional Blora-Cepu. (IST./RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pengerjaan jaringan fiber optik di sepanjang Jalan Nasional Blora-Cepu menuai sorotan. Dua warga dilaporkan mengalami kecelakaan di sekitar lokasi galian. Salah satunya disebut mengalami patah tulang.

Manager Operasional Jateng-DIY PT Mora Republik Solihun mengaku baru mengetahui laporan tersebut, setelah berkomunikasi dengan pihak Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

‘’Kami akan mendatangi korban untuk memastikan kondisinya. Informasinya, ada yang mengalami patah tulang,’’ ujarnya.

Dua kecelakaan itu terjadi di lokasi berbeda, yakni sekitar depan Terminal Blora dan depan Koramil. Total panjang galian mencapai 12,3 kilometer dengan progres pekerjaan sekitar 75 persen.

Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi perusahaan. PT Mora Republik berjanji akan mengecek vendor yang mengerjakan proyek di lapangan. ‘’Kami akan mengevaluasi dan mengecek vendor yang terlibat agar kejadian serupa tidak terulang,’’ jelasnya.

Baca Juga: Galian Optik Sepanjang Blora-Jepon Disorot

Terkait sosialisasi tentang LLAJ, Solihun mengaku sebelumnya tidak mengetahui jika harus dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Pihaknya merasa telah mengurus perizinan kepada BPJN.

‘’Kami baru mengetahui adanya ketentuannya  sebelum pekerjaan berjalan. Sebelumnya, yang kami pahami perizinan ke BPJN sudah dilakukan,’’ katanya.

Dia menyebut, perizinan juga telah ditempuh dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Aktivitas tersebut turut memiliki retribusi yang dinilai berpotensi menambah PAD.

‘’Perizinan sudah kami tempuh dari kabupaten hingga nasional. Ada retribusi yang juga bisa memberikan kontribusi terhadap PAD,’’ ungkapnya.

Solihun menegaskan, proyek tersebut tidak menggunakan APBD Blora maupun anggaran pemerintah. Pembiayaan berasal dari PT Mora Republik. ‘’Seluruh anggaran berasal dari perusahaan, bukan APBD maupun anggaran pemerintah lainnya,’’ katanya.

Untuk pemulihan area galian, perusahaan telah membuat kesepakatan dengan vendor. ‘’Vendor kami wajib mengembalikan tanah yang sudah digali,’’ terangnya.

Sementara terkait kompensasi bagi rumah warga di sekitar jalur pekerjaan, Solihun mengaku sulit direalisasikan karena galian berada di tanah jalan nasional.

Baca Juga: 63 Laka Lantas Libatkan Pelajar Kabupaten Blora

Jaringan fiber optik tersebut dibangun untuk mendukung pemerataan akses digital, termasuk layanan internet dan wifi bagi rumah warga. Di tengah progres pekerjaan yang mencapai 75 persen, laporan kecelakaan menjadi catatan terkait keselamatan pengguna jalan, pengamanan galian, serta pemulihan area setelah pekerjaan selesai. (ozi/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Blora-Cepu PT Mora Republik Galian pad