Posisi Dirut BPR BKK Blora Masih Kosong

Rahul Oscarra Duta • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Kantor BPR BKK Blora 2024. (DOK. GOOGLE STREET)
Kantor BPR BKK Blora 2024. (DOK. GOOGLE STREET)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kursi Direktur Utama (Dirut) BPR BKK Blora masih kosong, setelah Puguh Haryono memasuki masa pensiun. Komisaris Utama BPR BKK Blora Dadang Somantri mengatakan, operasional perusahaan tetap berjalan, karena masih ada dua direktur yang menjalankan tugas manajemen. Fungsi Dirut sementara dilakukan bersama-sama oleh kedua direktur tersebut.

‘’Sejauh ini tidak terganggu. Saat ini masih ada dua direktur. Fungsi direktur utama dijalankan secara kolegial oleh dua direktur,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kondisi keuangan BPR BKK Blora juga masih dalam keadaan sehat dan stabil. Karena itu, perhatian manajemen saat ini lebih diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga: Tak Kooperatif, Debitur BPR Blora Artha Terancam Asetnya Dilelang

Penguatan tersebut mencakup pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing pegawai. Selain kemampuan kerja, aspek integritas juga menjadi perhatian.

‘’Kami bersama manajemen terus memperkuat kapasitas SDM. Terutama pemahaman tugas dan fungsi di setiap lini serta menjaga integritas,” jelasnya.

Terkait pengisian jabatan Dirut, Dadang menyebut proses tersebut bukan menjadi kewenangan komisaris maupun manajemen. ‘’Penentuan pejabat baru merupakan kewenangan pemegang saham,” jelasnya.

Baca Juga: Hampir 5 Ribu Penumpang Melintas di Stasiun Cepu Blora

Ia menjelaskan, BPR BKK Blora sendiri dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Blora. Karena itu, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemegang saham pengendali mengenai mekanisme dan waktu pengisian jabatan tersebut.

‘’Kami masih menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemegang saham pengendali,” katanya.

Di sisi lain, kinerja BPR BKK Blora disebut masih menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, bank tersebut membukukan laba sebesar Rp 21,8 miliar. Setelah dikurangi sejumlah komponen, laba bersih tercatat sekitar Rp 16 miliar.

‘’Kinerja tersebut turut memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Kami tercatat mampu menyetorkan dividen kepada Pemkab Blora sebesar Rp 4,4 miliar,” terangnya. (hul/ind)

Editor : Hakam Alghivari
bpr bkk blora Kursi kosong Dirut