Lima Hari Keran Mampet, 400 Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora Harus Mencari Sumber Air Alternatif

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:30 WIB
TERDAMPAK: Sekitar 400 pelanggan Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora kelimpungan akibat layanan air mampet. (IST./RDR.BJN)
TERDAMPAK: Sekitar 400 pelanggan Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora kelimpungan akibat layanan air mampet. (IST./RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Lima hari tanpa air bukan lagi gangguan layanan biasa. Sekitar 400 pelanggan Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora di Kecamatan Randublatung harus mencari sumber air alternatif, setelah aliran PDAM tersendat sejak Jumat lalu (7/8).

Keran rumah warga mendadak tak berfungsi. Persoalannya bukan hanya air yang tak mengalir, tetapi kebutuhan sehari-hari ikut terganggu. Sebagian warga bahkan harus merogoh kocek untuk membeli air sumur demi mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Ayu, salah seorang pelanggan mengaku kondisi tersebut membuat keluarganya kelimpungan. Selama beberapa hari, kebutuhan mandi hingga aktivitas anak-anak ikut terdampak.

‘’Air sudah tidak mengalir sejak Jumat lalu. Sudah tiga hari tidak mandi karena tidak ada air,” ujarnya.

Baca Juga: Kodim 0721 Bangun Tiga Sumur untuk Atasi Kekeringan di Kabupaten Blora

Untuk bertahan, dia membeli air sumur yang dijajakan menggunakan gerobak. Sekali beli, Rp 30 ribu untuk sepuluh jeriken. Dalam beberapa hari, dua kali pembelian sudah dilakukan.

‘’Kami bingung kalau tidak ada air. Anak-anak sampai terlambat ke sekolah karena menunggu air,” keluhnya.

Perumda Air Minum Tirta Amerta Cabang Randublatung mengakui gangguan tersebut. Kepala Cabang Randublatung Zunaidi menjelaskan, distribusi air terganggu setelah satu motor pompa submersible di sumur Dukuh Bulakan, Desa Pilang, mengalami trouble.

Saat ini, pompa pengganti telah dipesan dari Semarang. Namun, selama komponen tersebut belum tiba, distribusi belum bisa kembali normal. ‘’Ini sudah dipesankan dari Semarang. Kemungkinan dalam minggu ini akan dikirim ke sini,” jelasnya. (hul/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
air bersih PDAM Kabupaten Blora kekeringan randublatung