BPOM Ambil Alih Uji Lab MBG, Penyebab Keracunan 19 Siswa di Ngawen Blora Masih Misterius

Rahul Oscarra Duta • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:00 WIB
TELUSURI PENYEBAB: Petugas Labkesda Kabupaten Blora telah mengambil sampel menu MBG Bogowanti, yang diduga menyebabkan 19 siswa SDN Sendangrejo keracunan. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
TELUSURI PENYEBAB: Petugas Labkesda Kabupaten Blora telah mengambil sampel menu MBG Bogowanti, yang diduga menyebabkan 19 siswa SDN Sendangrejo keracunan. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hampir dua pekan pasca-insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 19 siswa SD Negeri Sendangrejo. Namun penyebab pasti kejadian itu masih menjadi tanda tanya.

Pemkab Blora belum berani menyimpulkan sumber keracunan, lantaran hasil uji laboratorium kini sepenuhnya berada di tangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebelumnya, sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti sempat akan diperiksa oleh UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Blora. Namun, proses tersebut kemudian diambil alih BPOM yang turun langsung melakukan investigasi.

Baca Juga: Belasan Siswa Blora Diduga Keracunan MBG: DInkes Kirim Sampel Menu MBG ke BPOM

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Edi Widayat mengatakan, pihaknya kini hanya menunggu hasil resmi dari BPOM. Sebab, lembaga tersebut memiliki kewenangan lebih tinggi dalam melakukan pengujian keamanan pangan.

‘’Awalnya memang Laboratorium Kesehatan Daerah sempat melakukan pemeriksaan. Tetapi setelah BPOM datang, seluruh proses uji laboratorium diserahkan kepada mereka,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro, kemarin (3/8).

Menurut Edi, hingga saat ini hasil pemeriksaan belum diterima Dinkes Blora. Karena itu, pemerintah daerah belum dapat memastikan, apakah dugaan keracunan dipicu oleh makanan, minuman, proses pengolahan, maupun faktor lainnya.

‘’Belum ada laporan hasil uji laboratorium dari BPOM. Kami masih menunggu dan itu yang nanti menjadi dasar untuk mengambil kesimpulan,” katanya.

Hasil laboratorium tersebut juga akan menjadi pijakan bagi pemerintah daerah, dalam menentukan langkah evaluasi terhadap operasional dapur MBG. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

 Baca Juga: Sempat Distop Akibat Keracunan Massal, SPPG Karangjati 1 Blora Dinyatakan Boleh Beroperasi Kembali

Seperti diberitakan, sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu MBG pada Selasa (21/7). Para siswa sempat menjalani perawatan di Puskesmas Ngawen setelah mengeluhkan mual, muntah, hingga pusing.

Menu yang disajikan saat itu berupa nasi, telur utuh, kacang campur tempe, anggur, dan susu kotak rasa cokelat. Usai kejadian, tim Dinkes Blora langsung melakukan inspeksi menyeluruh ke dapur SPPG Bogowanti.

Baca Juga: Usai Insiden Keracunan MBG, Nasib SPPG Karangjati 1 Blora Menunggu Keputusan BGN

Kepala Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora Tutik Rahayu mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap gudang penyimpanan, alur distribusi bahan makanan, proses pengolahan, hingga kebersihan ompreng yang digunakan untuk mengemas makanan.

‘’Kami juga mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sekarang kami menunggu hasil resmi dari BPOM,” tandasnya. (hul/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Ngawen bpom keracunan Pemkab Blora Mbg