RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kodim 0721 membangun tiga sumur dalam untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Blora. Selain itu, nantinya juga akan dilengkapi fasilitas penampungan air, agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi.
Komandan Kodim 0721 Letkol Kav Yudi Agus Setiyanto mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan tiga titik sumur air dalam. Dua titik telah ditetapkan, yakni di Dukuh Sukorame, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan dan Dukuh Ngudi, Desa Kalangan, Kecamatan Tunjungan. Sementara satu titik lainnya masih dalam proses pengajuan.
Baca Juga: Debit Air Turun Saat Kemarau, PDAM Blora Sebut Wilayah Utara Paling Rawan Kekeringan
‘’Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemkab untuk memetakan desa-desa yang membutuhkan bantuan sumur air dalam,’’ katanya.
Yudi menjelaskan, pembangunan sumur dipilih sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, distribusi air bersih menggunakan truk tangki hanya mampu menjawab kebutuhan sesaat.
‘’Kalau hanya mengirim air dengan tangki, itu solusi jangka pendek. Yang kami upayakan bagaimana masyarakat tidak bergantung pada bantuan air bersih dan memiliki sumber air yang berkelanjutan,’’ tandasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora Widodo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lima truk tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat 149 desa dan kelurahan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Tahun 2024 yang mencapai sekitar 139 desa dan kelurahan.
Baca Juga: Wilayah Blora Terdampak Kekeringan Diprediksi Bertambah, Intai 196 Desa/Kelurahan
‘’Armada distribusi air bersih sudah kami siapkan. Kami akan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan apabila ada desa yang mulai mengalami krisis air bersih,’’ ujarnya.
Potensi kekeringan tahun ini diperkirakan lebih berat. Dari total 295 desa dan kelurahan di Blora, hampir seluruh kecamatan terdampak. Hanya Kecamatan Kradenan yang hingga kini belum masuk daftar wilayah berpotensi kekeringan. (ozi/ind)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah