RADARBOJONGORO.JAWAPOS.COM - Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora membukukan kinerja positif pada semester pertama tahun ini. Selama periode Januari–Juni, perusahaan daerah tersebut berhasil mencatatkan laba sekitar Rp 1,7 miliar.
Capaian tersebut diraih di tengah tantangan menjaga kualitas air baku yang semakin kompleks. Terutama pasokan air dari Bengawan Solo yang beberapa kali terdampak pencemaran limbah tekstil, sehingga membutuhkan proses pengolahan lebih maksimal sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
Baca Juga: Debit Air Turun Saat Kemarau, PDAM Blora Sebut Wilayah Utara Paling Rawan Kekeringan
Direktur Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora, Yan Riya Pramono mengatakan, raihan laba itu tidak membuat perusahaan mengendurkan pelayanan. Selama enam bulan terakhir, pihaknya justru memprioritaskan peningkatan kualitas layanan air bersih kepada pelanggan.
‘’Alhamdulillah, sampai semester pertama laba perusahaan sekitar Rp 1,7 miliar. Namun yang menjadi prioritas kami tetap pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.
Menurut Yan, tantangan terbesar saat ini berasal dari kualitas air baku Bengawan Solo. Ketika terjadi pencemaran limbah tekstil, instalasi pengolahan air (IPA) harus bekerja lebih optimal. Mulai penambahan dosis bahan kimia hingga pengawasan kualitas air dilakukan lebih ketat, agar air yang didistribusikan tetap memenuhi standar.
Baca Juga: Dorong Peningkatkan Omzet PDAM, Pemkab Blora Studi Tiru ke Boyolali
‘’Kalau kondisi air baku menurun akibat limbah, proses pengolahannya tentu lebih serius. Yang terpenting kualitas air yang diterima pelanggan tetap aman dan layak digunakan,” katanya.
Dia mengakui, kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya operasional pengolahan air. Meski begitu, perusahaan memilih mengutamakan kualitas layanan dibanding menekan biaya produksi.
Baca Juga: 69 Hektare Sawah di Kabupaten Blora Alami Kekeringan
Selain menjaga mutu air, Perumda Tirta Amerta juga terus melakukan pemeliharaan jaringan distribusi, serta mempercepat penanganan gangguan pelayanan. Upaya itu dilakukan untuk memastikan pasokan air bersih kepada pelanggan tetap lancar di seluruh wilayah pelayanan.
Yan optimistis kinerja perusahaan dapat terus terjaga hingga akhir tahun. Menurutnya, kondisi keuangan yang positif menjadi modal untuk terus meningkatkan pelayanan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap air bersih.
‘’Target kami bukan hanya mengejar laba, tetapi memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih yang berkualitas, meski tantangan pengolahan air baku semakin besar,” pungkasnya. (hul/ind)
Editor : Hakam Alghivari