RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muraharjo, Kecamatan Kunduran, terhenti setelah kepala SPPG, M. Abdul Toha, mengundurkan diri secara mendadak dan hingga kini tidak dapat dihubungi.
Relawan SPPG, Barlan membenarkan dapur MBG sudah tidak beroperasi sejak awal pekan lalu. Sehingga proses pendistribusian terhenti sementara.
"Kepala SPPG sudah tidak ada di lokasi, sehingga kegiatan dapur dihentikan sementara," ujarnya.
PIC Yayasan Catur Pilar, Mei menjelaskan, Toha meninggalkan dapur pada Senin (13/7) siang dengan alasan hendak salat.
''Setelah itu, ia tidak kembali dan komunikasi terputus," jelasnya.
Baca Juga: Tiga Dapur MBG Blora Belum Beroperasi, Tunggu Instruksi BGN
Koordinator Kecamatan SPPG Kunduran, Afif Ma'ruf mengatakan, penghentian operasional dilakukan karena setiap dapur wajib dipimpin kepala SPPG. Hingga kini pihaknya masih menunggu pengganti dari Badan Gizi Nasional (BGN).
"Pengunduran diri dilakukan tanpa proses serah terima. Selama belum ada kepala SPPG baru, operasional dapur sementara dihentikan," katanya.
Afif memastikan tidak ada indikasi penyalahgunaan anggaran. Sebab, pencairan dana menggunakan sistem otorisasi ganda, sehingga tidak bisa dilakukan oleh satu orang.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita mengatakan, surat pengunduran diri telah diterima pada hari yang sama. Menurutnya, alasan yang disampaikan berkaitan dengan kondisi orang tua di kampung halaman.
"Seluruh laporan sudah kami sampaikan ke KPPG Semarang. Saat ini kami menunggu proses penunjukan kepala SPPG baru agar dapur bisa kembali beroperasi," pungkasnya.(ozi/ind)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah