RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Blora terus dilakukan. Salah satunya melalui program bedah rumah yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Blora.
Ketua Baznas Blora Sutaat menjelaskan, hingga pertengahan tahun ini sebanyak 30 rumah telah mendapat bantuan.
‘’Setiap bulan ada lima rumah yang kami bantu. Nilai bantuan maksimal Rp 20 juta per rumah. Kalau kondisinya hanya perlu perbaikan, maka dilakukan rehabilitasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, yakni Mbah Sarni, 90, juga menjadi prioritas program tersebut.
Seperti pernah diberitakan, Mbah Sarni, warga Dukuh Pojok, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, yang telah lebih dari tiga puluh tahun bertahan di rumah tak layak huni.
Baca Juga: Puluhan Tahun Rumah Sarni Berlantai Tanah, Tak Miliki Sambungan Listrik Mandiri
Rumah berukuran sekitar 8 x 5 meter yang ditempati Sarni bersama keluarganya, hingga kini masih berlantaikan tanah. Bangunan sederhana itu juga belum memiliki sambungan listrik PLN maupun jaringan air bersih PDAM secara mandiri.
Sukarjo, 66, putra Sarni mengatakan, selama ini kebutuhan listrik masih menumpang dari rumah tetangga. kebutuhan air bersih mengandalkan sumur pompa manual yang berada di samping rumah.
‘’Sudah puluhan tahun kami tinggal di sini. Sampai sekarang listrik masih menyalur dari tetangga karena belum memiliki sambungan sendiri,’’ ujarnya.
Sukarjo sehari-hari berjualan es keliling di wilayah Kabupaten Blora, untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga.
Baca Juga: Punya Potensi Peternakan Besar, Blora Ditunjuk Jadi Lokasi Balai Ternak Baznas
Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarganya belum mampu memperbaiki kondisi rumah yang ditempati sejak puluhan tahun lalu.
Selain lantai tanah, berbagai fasilitas dasar di rumah tersebut juga masih minim. Untuk memasak, keluarga Sarni masih mengandalkan kayu bakar, karena dinilai lebih terjangkau dibandingkan gas LPG subsidi.
Di usia yang hampir menyentuh satu abad, Sarni kini lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.
Bangunan sederhana yang menjadi tempat berteduh selama puluhan tahun itu menyimpan berbagai kenangan perjalanan hidup bersama keluarganya.
Meski hidup serba terbatas, keluarga Sarni tetap berusaha menjalani kehidupan dengan penuh syukur.
Mereka berharap suatu saat dapat memiliki rumah yang lebih layak agar Sarni bisa menikmati masa tuanya dengan lebih nyaman. (ozi/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko