RADARBOONEGORO.JAWAPOS.COM - Tiga rumah di Dukuh Wadung RT 05/ RW 05, Desa/ Kecamatan Kedungtuban, dilalap si jago merah, kemarin dini hari (8/6).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu diduga dipicu kelalaian saat memasak nasi menggunakan kompor gas.
Api pertama kali muncul dari rumah milik Satiran. Saat kejadian istri Satiran, Asmuah, diketahui tertidur ketika memasak nasi di dapur. Kobaran api kemudian membesar dan merembet ke dua rumah di sebelahnya.
Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 01.50 WIB. Salah seorang saksi, Aziz Nurwidyatama, mendengar suara seperti kayu terbakar dari arah dapur rumah korban.
Baca Juga: Bupati Blora Tinjau Lokasi Kebakaran Pasar Darurat Ngawen
“Menurut keterangan istri korban, saat itu sedang memasak nasi menggunakan kompor gas dan kemudian tertidur. Api membesar lalu menjalar ke rumah lainnya,” terang Midiyono.
Akibat kejadian tersebut, rumah milik Satiran yang digunakan sebagai tempat tinggal, warung pecel, sekaligus bengkel motor dan rumah milik Yuliana yang dalam kondisi kosong juga habis dilalap api.
Sementara itu, rumah milik Sudirman mengalami kerusakan pada bagian dinding dapur dan kamar akibat tersambar kobaran api. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 275 juta.
Mendapat laporan kejadian, petugas gabungan dari Polsek Kedungtuban, Koramil, BPBD, Satpol PP, serta tim Damkar Cepu dan Randublatung langsung menuju lokasi. Empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB,” ujarnya.
Baca Juga: Warga Desa Gandu Pasang Portal di Lokasi Menuju Titik Kebakaran, Jurnalis Dilarang Masuk
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, keluarga Satiran untuk sementara harus mengungsi ke rumah tetangganya, Ngatemi.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Kapolsek Kedungtuban Iptu Hadi Setyo Pramono mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan memasak, terutama pada malam hari.
“Jangan meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Pastikan api benar-benar padam dan tabung LPG tertutup rapat sebelum beristirahat,” pesannya. (ozi/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko