Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tiga Dapur MBG Milik Pak "B" Dapat Catatan Negatif dari Satgas MBG Blora, IPAL Jadi Sorotan Utama

Achmad Syaeroyzi • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:30 WIB
BERMASALAH: Satgas MBG saat menyidak IPAL di salah satu SPPG milik  Pak "B". (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
BERMASALAH: Satgas MBG saat menyidak IPAL di salah satu SPPG milik Pak "B". (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tiga Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Wasono Basuki atau Pak "B" mendapat catatan negatif dari Satgas MBG Blora. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) jadi permasalahan utamanya.

Sebelumnya, semua dapur milik Pak "B" disidak langsung oleh Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini. Meliputi SPPG Yayasan Tirto Merah Asih di Desa Blingi, Kecamatan Tunjungan, SPPG Kedungjenar 1, dan SPPG Kedungjenar 2 yang seluruhnya belum memiliki IPAL.

Parahnya dapur MBG Yayasan Tirto Merah Asih limbahnya sampai masuk hingga ke persawahan, serta menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu masyarakat sekitar.

Sri Setyorini bakal melayangkan surat ke Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penutupan sementara operasional SPPG tersebut. Langkah ini diambil sambil menunggu proses pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai standar agar tidak mencemari lingkungan.

Baca Juga: SPPG Yayasan Tirto Merah Asih Disidak: Limbah Bocor hingga Masuk ke Persawahan, Satgas MBG Blora Usulkan Penghentian Sementara

“Penutupan sementara sambil berproses, IPAL itu harus standar dan tidak mencemari lingkungan,” ujar Wabup Blora tersebut.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga dapur MBG tersebut, Sri mengaku mencium bau tak sedap. Mulai dari ruang pengolahan hingga lokasi pembuangan limbah yang direncanakan menjadi titik pembangunan IPAL.

“Iya, baunya ada. Di dapur Kedungjenar malah lebih parah karena sirkulasi udaranya tidak ada,” ungkapnya.

Ia pun meminta agar persoalan tersebut segera dibenahi demi menjaga kenyamanan lingkungan dan kualitas operasional dapur.

Di sisi lain, Wasono Basuki selaku mitra BGN sekaligus penanggung jawab tiga dapur tersebut menyatakan, pihaknya akan lebih berhati-hati kedepan. Ia mengakui bahwa kendala utama saat ini berada pada pengelolaan IPAL.

“Pada prinsipnya IPAL yang menjadi kendala kita,” katanya.

Basuki menambahkan, pihaknya telah memesan instalasi IPAL untuk mengelola limbah produksi MBG. Bahkan, proses pemasangan sudah mulai dilakukan di SPPG Sukorejo. Selain itu, pihaknya juga telah memberikan ganti rugi kepada pemilik sawah terdampak.

“Di SPPG Sukorejo sudah mulai pemasangan. Kita juga sudah antisipasi, kemarin dan tadi pagi limbah sudah kita sedot,” pungkasnya. (ozi/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Limbah #ipal #Makan Bergizi Gratis #SPPG #Mbg