Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gastra Diaktifkan Lagi, Sedekah Subuh Didorong, tapi Target Penghimpunan Disorot

Rahul Oscarra Duta • Selasa, 7 April 2026 | 08:45 WIB
PROGRAM POSITIF: Bupati Blora Arief Rohman mendorong kembali optimalisasi Program Gerakan Subuh Sejahtera (Gastra).
PROGRAM POSITIF: Bupati Blora Arief Rohman mendorong kembali optimalisasi Program Gerakan Subuh Sejahtera (Gastra).

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Program Gerakan Subuh Sejahtera (Gastra) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Blora setelah jeda Ramadan dan Idulfitri.

Namun, target penghimpunan dana dari sedekah Subuh mulai jadi sorotan. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Blora, Minggu (5/4), diisi salat subuh berjemaah, zikir, dan sedekah.

Program ini rutin dilaksanakan setiap selapan (35 hari) dengan sasaran utama santunan yaitu anak-anak yatim.

Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, Gastra akan kembali dioptimalkan sebagai wadah gotong-royong aparatur sipil negara (ASN).

Baca Juga: Konsisten, Program Gastra di Blora Salurkan Santunan 1.000 Anak Yatim Piatu pada Desember

Ia juga memastikan tidak ada pengurangan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di tengah isu efisiensi di sejumlah daerah.

“Di Blora tidak ada pengurangan PPPK. Kita pastikan tetap aman,” ujarnya. Selain itu, pemkab mulai memetakan data anak yatim melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Dinas Sosial.

Langkah ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran, tidak tumpang tindih dengan penyaluran melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Bupati juga mendorong partisipasi rutin ASN melalui sedekah harian. Skema sederhana disiapkan, mulai dari iuran Rp 2 ribu per hari per orang.

Baca Juga: Lewat Gastra, Bupati Blora Ajak Masyarat Peduli Anak Yatim

Dari hitungan itu, ia menargetkan dana bisa terkumpul hingga Rp 10 juta per hari atau sekitar Rp 50 juta per minggu.

Namun, target tersebut dinilai membutuhkan konsistensi dan pengawasan ketat. Sebab, partisipasi ASN selama ini masih fluktuatif, terutama setelah kegiatan sempat vakum.

“Mekanismenya akan kita atur dan pantau langsung,” katanya. Di sisi lain, Gastra tidak hanya berhenti pada sedekah subuh. Pemkab juga berencana menguatkan program berbagi setiap Jumat, seperti pembagian nasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Meski demikian, efektivitas program bergantung pada keterlibatan aktif seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga: Bupati Blora Harap Guru Dukung Gastra 'Gerakan Subuh Sejahtera'

Bupati pun meminta kepala OPD ikut menggerakkan partisipasi di instansinya masing-masing. “Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi harus berdampak langsung,” tegasnya. (adv)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#sejahtera #sedekah subuh #Aparatur Sipil Negara (ASN) #Gastra #pppk