RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Melejitnya harga plastik berdampak pada pemilik toko plastik, yang mengalami penurunan penjualan.
Sementara di sektor lain yang masih berkaitan, kenaikan harga plastik berimbas pada kenaikan harga barang.
Irfan, salah satu pemilik toko plastik di Blora menjelaskan, kenaikan harga plastik mencapai 80 persen yang terjadi sejak pertengahan Radmadan lalu.
Ia mencontohkan, beberapa jenis barang dan plastik dari harga awal dan setelah kenaikan, salah satunya plastik kantong kecil.
"Dulu Rp 27 ribu, terus setelah naik Rp 38 ribu," terangnya. Sedangkan, untuk barang lain yang juga masih terbuat dari plastik juga ikut terimbas, seperti styrofoam yang mengalami kenaikan harga.
Baca Juga: Lonjakan Harga Plastik: Ancaman Inflasi atau Momentum Revolusi Kemasan Ramah Lingkungan?
"Semula harga styrofoam hanya Rp 27 ribu kini menjadi Rp 34 ribu. Terus kantong plastik sembako, yang paling banyak dicari, harga semula Rp 24-25 ribu, sekarang Rp 30-31 ribu untuk ukuran satu kilogram," bebernya.
Imbas kenaikan harga tersebut, menurutnya, membuat konsumen plastik berkurang. Sebab masyarakat mulai berpikir ulang untuk mencari alternatifnya.
"Kecuali yang benar-benar butuh. Seperti penjual es, bakso, sembako. Pasti mereka butuh kantong plastik," tambahnya.
Senada, Leni, salah satu pedagang sembako di Blora mengaku cukup terdampak atas kenaikan harga plastik. Sebab, ia terpaksa menaikkan harga barang. "Tiap hari pakai plastik. Ya pengaruh barang saya naikkan," ungkapnya.
Baca Juga: Hadapi Kenaikan Harga Plastik, CEC Bojonegoro Sarankan Penggunaan Kemasan Ramah Lingkungan
Menurut dia, kenaikan itu membuat konsumen mempertanyakan. Namun, Leni memberikan pemahaman terkait kenaikan harga plastik.
"Ya akhirnya paham," imbuhnya. Meski ada kenaikan, sejauh ini pihaknya belum memiliki rencana untuk beralih. Dari biasanya menggunakan kantong plastik beralih ke pembungkus berbahan lain seperti daun jati.
"Soalnya itu juga beli. Misal nyari di sekitar ya sulit, pulang dari pasar juga sudah lelah. Praktis plastik tinggal beli," pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko