Kepala SPPG Pesantren Blora Bantah Menu MBG Ubi Cilembu Busuk

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Minggu, 15 Maret 2026 | 07:30 WIB

Selama Ramadan, mutasi di hari Jumat malam sudah berlangsung dua kali, dengan sebelumnya 20 Februari lalu. Namun, sebelumnya berlangsung Rabu, 28 Januari di Kahyangan Api.
Selama Ramadan, mutasi di hari Jumat malam sudah berlangsung dua kali, dengan sebelumnya 20 Februari lalu. Namun, sebelumnya berlangsung Rabu, 28 Januari di Kahyangan Api.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Video yang menarasikan menu program makan bergizi gratis (MBG) berupa ubi busuk sempat ramai beredar di media sosial, khususnya di wilayah Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pesantren Miftahul Sa’adah 2 Pilang Mohammad Afif mengatakan, informasi tersebut tidak benar. Ia menyebut ubi yang dipersoalkan warga bukan ubi busuk, tapi ubi cilembu yang telah melalui proses pengolahan dengan cara dioven.

‘’Ubi Cilembu yang dikira boleng atau busuk itu sebenarnya sudah diproses sesuai standar. Getah yang keluar setelah dipotong lalu mengering saat proses oven sering disalahartikan sebagai tanda busuk,” ujarnya.

Menurut dia, warna kulit yang tampak gosong juga merupakan hal wajar karena ubi tersebut diproses dengan metode oven. ‘’Kami sudah mengecek bahan baku hingga proses pengolahannya. Semua tahapan dilakukan sesuai pedoman teknis pelaksanaan MBG yang ditetapkan pemerintah kabupaten,” sambungnya.

Menurut Afif, kemungkinan penerima manfaat belum membelah atau mencicipi ubi tersebut, sebelum membuat video dan mengunggahnya ke media sosial.

‘’Kami memahami kekhawatiran masyarakat, apalagi belakangan banyak berita soal menu MBG yang basi di beberapa daerah,” tambahnya.

Kedepannya, pihak dapur akan berkoordinasi dengan pengelola program MBG di Kecamatan Randublatung, guna melakukan sosialisasi tambahan kepada masyarakat terkait karakteristik menu yang disediakan.

‘’Kami berkomitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan dalam setiap menu MBG. Kami juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk memberikan masukan atau pertanyaan terkait program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satgas MBG Kabupaten Blora Sri Setyorini menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai tujuan. ‘’Yakni meningkatkan status gizi anak serta mendukung kesehatan ibu hamil di Kabupaten Blora,’’ pungkasnya. (ozi/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
Pengolahan ubi Ubi Cilembu busuk Pelaksanaan MBG Pesantren ubi busuk Makan Bergizi Gratis SPPG randublatung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sri setyorini Mbg blora