RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Keluhan soal jalan rusak mencuat saat kegiatan Blora Menyapa di Desa Jatiklampok, Kecamatan Banjarejo. Warga meminta pemerintah segera memperbaiki akses jalan menuju desa mereka yang kondisinya rusak.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Blora Arief Rohman langsung meminta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nidzamudin Al Huda, untuk mengukur panjang ruas jalan yang rusak agar segera dilakukan penanganan awal.
“Saya tadi minta Pak Kadis PUPR diukur yang rusak berapa kilometer. Minimal segera digrosok dulu supaya bisa dilalui,” ujar Arief. Kegiatan Blora Menyapa digelar di Masjid Nurul Hidayah Desa Jatiklampok, Rabu (4/3).
Bupati hadir bersama Wakil Bupati (Wabup) Blora Sri Setyorini, Forkopimda, kepala OPD, serta Forkopimcam Banjarejo. Arief mengaku, sengaja memilih lokasi tersebut agar bisa melihat langsung kondisi jalan di wilayah Banjarejo sekaligus mendengar aspirasi warga.
“Saya sengaja ke sini supaya tahu langsung kondisinya. Memang di Banjarejo ini masih ada jalan yang jelek,” katanya. Ia juga meminta maaf kepada masyarakat karena masih banyak ruas jalan di Kabupaten Blora yang belum tertangani.
Menurutnya, persoalan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Arief menyebut, pada 2025 pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 430 miliar untuk pembangunan jalan.
“Itu dari berbagai sumber, mulai APBD, bantuan pemerintah pusat, provinsi, sampai pembiayaan lain. Tapi memang belum semuanya bisa kita bangun,” jelasnya.
Ia memastikan perbaikan jalan akan dilakukan secara bertahap selama sisa masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. “Kita optimistis di sisa empat tahun periode kedua ini jalan-jalan di Blora bisa semakin baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arief juga meminta pihak kecamatan dan DPUPR memetakan ruas jalan yang belum tertangani, khususnya di Kecamatan Banjarejo. “Nanti dipetakan dengan PU mana saja yang belum tercover, supaya bisa kita rencanakan penanganannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jatiklampok menyampaikan harapan warganya agar jalan menuju desa mereka, dari arah Jalan Blora–Randublatung, segera diperbaiki. Ia menyebut kondisi jalan yang rusak kerap membahayakan pengguna, termasuk anak-anak sekolah.
“Warga sering protes karena banyak anak sekolah yang jatuh akibat jalan rusak. Kami mohon perhatian agar jalan menuju Desa Jatiklampok bisa diperbaiki,” katanya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Robed. Ia menegaskan kerusakan jalan menjadi keluhan utama masyarakat setempat. “Sampai sekarang yang dikeluhkan masyarakat itu jalan rusak, Pak,” ujarnya di hadapan bupati. (adv)
Editor : Yuan Edo Ramadhana