RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jalur provinsi yang melintas di Kabupaten Blora masih minim penerangan. Hingga awal tahun ini, kebutuhan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kota Minyak tercatat mencapai 876 titik.
Namun, realisasinya masih jauh dari harapan. Data Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah menyebut, dua ruas jalan dengan intensitas lalu lintas tinggi di Blora masih kekurangan ratusan unit lampu.
Kondisi paling mencolok ada di jalur selatan yang rawan kecelakaan karena gelap saat malam hari.
Kepala Dishub Provinsi Jawa Tengah Arief Jatmiko mengakui, jumlah PJU terpasang memang belum ideal. ‘’Kalau dilihat, jumlah lampu yang terpasang memang masih kurang,” ujarnya.
Di ruas Wirosari–Sulursari–Singget (batas Blora) yang masuk wilayah Grobogan, hanya terdapat 69 unit PJU.
Sementara di ruas Singget–Doplang–Cepu yang berada di wilayah Blora masih terpasang 76 unit. Padahal kebutuhan jauh lebih besar.
Kepala Balai Pengelola Sarpras Perhubungan (BPSPP) Wilayah II Pati UPT Dishub Jateng Bangun Adi merinci total kebutuhan PJU jalan provinsi di Blora mencapai 876 unit.
Sebanyak 761 unit dibutuhkan di ruas Doplang–Randublatung–Cepu. Sisanya, 115 unit untuk ruas Kunduran–Blora.
‘’Keterbatasan anggaran membuat belum bisa maksimal. Setiap tahun kami usulkan lewat sistem informasi GIS,” jelasnya.
Ironisnya, pemasangan terakhir dilakukan pada 2021. Itu pun hanya 30 unit di ruas Doplang–Randublatung–Cepu. Sejak saat itu, belum ada tambahan signifikan.
Tahun anggaran 2025, seluruh ruas jalan provinsi di Jawa Tengah hanya mendapat jatah 402 unit PJU.
Baca Juga: DPUPR Blora: Masih Ada 31 Persen Jalan Kabupaten dalam Kondisi Rusak
Rinciannya, 142 unit pada anggaran murni dan 260 unit pada perubahan. Namun, tak satu pun menyasar ruas di Blora.
Bahkan tahun ini, alokasi se-Jateng hanya 250 unit. Wilayah Pati dan sekitarnya disebut belum masuk prioritas.
‘’Belum ada penambahan signifikan karena harus berdasarkan skala prioritas,” tandasnya. (hul/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko