RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Realisasi Bantuan Keuangan (Banprov) Provinsi Jawa Tengah, untuk pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) pedesaan di Kabupaten Blora tahun anggaran 2025 hampir rampung.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, mengungkapkan hingga pertengahan September 2025, serapan anggaran telah mencapai lebih dari Rp 59 miliar, dari total pagu sebesar Rp 61,3 miliar.
‘’Pagu Banprov yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 murni sebesar Rp 61,3 miliar, dengan alokasi untuk 352 titik kegiatan. Sampai hari ini, realisasinya sudah sekitar 97 persen,’’ ujarnya.
Dia menjelaskan, 352 kegiatan yang direncanakan dari Banprov, masih terdapat tujuh kegiatan yang belum terealisasi, karena bergeser ke perubahan. Pergeseran itu terjadi pada perubahan nama dan lokasi kegiatan Banprov.
Dia juga menyebutkan, Banprov tahun ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. Di antaranya, pembangunan talud, jalan paving, rabat beton, jaringan irigasi usaha tani, jembatan, hingga rehabilitasi kantor desa.
‘’Program ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, produktivitas pertanian, dan kualitas pelayanan publik di tingkat pemerintahan desa,’’ harapnya.
Selain itu, Yayuk memastikan bahwa hasil pembangunan Banprov benar-benar bermanfaat, karena usulannya berasal dari forum musyawarah desa (musdes).
‘’Kegiatan yang sudah diputuskan bersama dalam musdes tentu sesuai kebutuhan masyarakat,’’ tegasnya.
Yayuk berharap serapan pelaksanaan Banprov dapat berjalan lancar, dengan kualitas bangunan yang maksimal. Sehingga hasil dari alokasi Banprov di Kabupaten Blora dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana