Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Dinas Pendidikan Blora Menyemai Bibit Penerus Seni Tradisional Geguritan

M. Lukman Hakim • Selasa, 30 September 2025 | 15:35 WIB
MERAWAT BUDAYA: Salah satu siswi di Blora, Pinky Mirzani, 12, menggemari seni geguritan.
MERAWAT BUDAYA: Salah satu siswi di Blora, Pinky Mirzani, 12, menggemari seni geguritan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tengah arus modernisasi yang kian deras, semangat untuk melestarikan budaya asli Jawa ternyata tak pernah padam di Kabupaten Blora.

Tunas-tunas muda terus bermunculan, membawa harapan baru bagi keberlangsungan tradisi geguritan.

Salah satu siswi di Blora, Pinky Mirzani, 12, menaruh cinta pada seni geguritan. Dia mulai bersentuhan dengan indahnya untaian kata dalam puisi Jawa, atau yang lebih dikenal sebagai geguritan sejak bersekolah di SMP IT Pancasila.

Dari sanalah, minatnya tumbuh dan berkembang, mendorongnya untuk terus berlatih dan mendalami seni sastra yang kaya akan makna ini.

Bagi Pinky, geguritan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan warisan berharga yang harus dijaga.

"Harapan saya adalah dapat ikut mengembangkan budaya asli Jawa, terutama geguritan," ujarnya.

Pinky mengaku terus mengasah kemampuannya, merapal bait-bait geguritan dengan penghayatan.

Setiap latihan yang dijalaninya bukan hanya untuk mengasah keterampilan, tetapi juga untuk menumbuhkan kecintaan yang lebih dalam.

"Pentingnya melestarikan geguritan karena kita adalah anak bangsa dan generasi penerus yang bertanggung jawab untuk menjaga budaya lokal," ungkapnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Dasar Dinas Pendidkan (Disdik) Blora Slamet Dwi Cahyo menerangkan, lomba maca Geguritan yang dihelat Dinas Pendidikan Blora jadi ajang menyemai bibit muda.

Melestarikan kebudayaan terutama sastra Jawa di daerah. Lomba itu diikuti dari berbagai sekolah tingkat SMP di Blora.

Baca Juga: Disdik Blora Peringatkan Sekolah Tidak Boleh Pungli untuk Agustusan: Partisipasi Harus Sukarela, Wajib Transparan pada Wali Murid

“Dengan diselenggarakannya lomba geguritan, harapannya agar geguritan tetap dilestarikan, terutama bagi generasi muda,” imbuhnya.

Guru SMP IT Pancasila, Robiatul Maklufah mengungkapkan, minat siswa untuk terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler pengembangan sastra Jawa termasuk geguritan cukup baik di sekolah.

“Anak-anak di sekolah diajarkan tembang jawa yang dipadukan dengan kebudayaan Islam,” terangnya.

Pihaknya menjelaskan, dengan adanya ekstrakurikuler tersebut di setiap sekolahan, diharapkan bisa menjaga tradisi sastra Jawa di daerah.

Termasuk dengan adanya lomba yang digelar, menjadi ajang memupuk generasi muda untuk terlibat. ''Agar generasi selanjutnya bisa melestarikan sastra geguritan atau puisi jawa,” pungkasnya. (luk/ind)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#seni #pelestarian #pancasila #Dinas Pendidikan #Puisi Jawa Tradisional #kebudayaan #Geguritan #blora