Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kadar C-Organik Tanah di Beberapa Lahan Pertanian di Blora Rendah

M. Lukman Hakim • Senin, 15 September 2025 | 14:50 WIB
SUBUR : Kadar C organik lahan pertanian di Blora rendah. Pemkab menyarankan menggunakan pupuk organik.
SUBUR : Kadar C organik lahan pertanian di Blora rendah. Pemkab menyarankan menggunakan pupuk organik.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hasil pengecekan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora, kadar C-organik tanah di beberapa lahan pertanian warga Blora di bawah dua persen.

Nilai tersebut tergolong rendah dan memprihatinkan. Terobosan penggunaan pupuk organik jadi solusi yang disodorkan.

Sekretaris DP4 Blora Lilik Setyawan mengungkapkan, riset yang telah dilakukan petugas lapangan terhadap kondisi lahan pertanian menunjukan kondisi memprihatinkan.

Sebab, unsur hara yang terkandung dalam tanah rendah. Terutama kandungan C organiknya. “Kandungan C-organik rendah. Bahkan ada yang sangat rendah," jelasnya.

Lilik menerangkan, kadar C organik yang rendah diakibatkan pupuk kimia yang terus digunakan.

Penggunaan yang terus menerus itu tidak disadari petani mendegradasi kesuburan tanah. Untuk mengurai permasalahan tersebut, pemkab mendorong para petani untuk beralih ke pupuk organik.

Solusi yang diberikan kepada para petani yakni menciptakan gerakan sejuta kotak umat (Geseku) membuat pupuk organik sendiri dari kotoran ternak.

"Kami sudah terapkan dan bekerjasama dengan para babinsa di setiap desa untuk pembuatan kotak," paparnya.

Pihaknya mengatakan, dengan populasi ternak sapi terbesar di Jawa Tengah, pembuatan pupuk organik menjadi solusi yang konkrit.

Dekat dengan masyarakat, tinggal memberikan pelatihan untuk pembuatan pupuk tersebut. “Memindahkan kotoran ternak. Yang potensinya banyak sekali. Terbesar di Jateng. Memindahkan kotoran ternak dari kandang ke sawah," imbuhnya.

Ia mengatakan, pemkab juga telah menyiapkan bantuan berupa bahan fermentasi. Mengubah kotoran menjadi pupuk organik yang siap digunakan memupuk lahan yang kadar harganya berkurang.

“Kami siapkan fermentasinya, tinggal nanti petani mengajukan kepada kami,” tambahnya. (luk/zim)

 

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#unsur hara #Pertanian #organik #C Organik #pupuk kimia #Pupuk Organik #blora