RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ingin ada regenerasi dan peningkatan kualitas pertunjukan seni ketoprak di daerah, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora gembleng para paguyuban kesenian ketoprak. Terdapat, usulan revitalisasi cerita atau lakon agar relevan terhadap lintas generasi.
Salah satu yang diharapkan ada desain ulang dan revitalisasi yakni lakon Aryo Penangsang, dengan target perbaikan olah cerita. Tampilan yang diperbaiki, sehingga ketoprak masuk di semua lintas generasi.
’’Harapannya ketoprak bisa dinikmati dan diminati disemua kalangan,” harap praktisi seni dan sejarah Blora, Gatot Pranoto. Ia menjelaskan, perlunya desain baru tersebut agar generasi saat ini bisa turut memahami dan tertarik seni ketoprak di daerah.
Pihaknya juga mengapresiasi langkah mengadakan Penataran bagi kelompok seni ketoprak. ’’Tentunya dengan kegiatan ini diharapkan semua paguyuban ketoprak ini menjadi lebih greget dengan aktivitas mereka karena mendapat pengetahuan langsung yang berkaitan dengan keseniannya,” ucapnya.
Sekretaris Dinporabudpar Blora Mustakim mengatakan, dengan penggemblengan para pelaku seni ketoprak tersebut sebagai salah satu upaya untuk terus melestarikan budaya lokal. Juga bertujuan meningkatkan kualitas para seniman.
’’Untuk peningkatan kapasitas pelaku seni sehingga dalam pentas seni ketoprak bisa banyak menarik penonton,” ucapnya. Mustakim mengatakan, selain itu juga bertujuan untuk seniman ketoprak terdapat regenerasi, peningkatan kualitas pertunjukan, penguatan identitas kultural daerah. Menjadi daya tarik wisata budaya di kabupaten.
’’Tentunya kami mendorong kreativitas dan inovasi, sehingga pementasan kethoprak ini bisa menjadi media edukasi dan sosialisasi nilai nilai kehidupan,” jelasnya. Pihaknya berharap, generasi muda lebih tertarik dan bisa mengenal Bahasa Jawa, dan memahami budi pekerti sekaligus mencintai kesenian ketoprak.
Mengingat pertunjukan ketoprak selain merupakan tontonan juga mengandung nasihat dan tuntunan yang positif untuk membangun masyarakat. (luk/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko