RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora mencapai 88 persen. Dipastikan, dirilis awal atau paling lambat pertengahan bulan ini. Tercatat, penyelesaian proyek akan diakhiri pada 8 Juli.
Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) Proyek Yodya-Virama KSO Andry Sulistyawan mengatakan, target penyelesaian proyek sesuai kontrak adalah 8 Juli. ’’Rilis atau launching tanggal 10 Juli,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora itu merenovasi bangunan SD Negeri 4 Balun, Kecamatan Cepu yang terbengkalai sekitar dua tahun belakangan. Namun, pembangunan itu sudah mencakup beberapa fasilitas umum yang akan digunakan operasional sekolah rakyat.
’’Fasilitas yang telah dibangun meliputi asrama putra dan putri, MCK terpisah, asrama guru, tempat ibadah, ruang kelas, laboratorium, lapangan upacara, ruang makan, perpustakaan, UKS, dan sarana pendukung lainnya,” terangnya.
Lebih lanjut, menurutnya, saat ini sudah masuk pada tahap finishing di beberapa titik. Sehingga, ia menargetkan sekolah tersebut dapat digunakan sesuai jadwal yang ditetapkan. ’’Saat ini memasuki tahap pekerjaan untuk paving lapangan, cleaning, dan finishing,” jelas Andry.
Ia menambahkan, anggaran pembangunan bersumber dari Satuan Kerja Direktorat Infrastruktur Dukungan Pendidikan, Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR, dengan total nilai Rp 322 miliar untuk 65 sekolah di 24 provinsi.
’’Sejauh ini, sudah ada 50 calon siswa dari keluarga prasejahtera yang mendaftar. Mereka akan dibagi ke dalam dua rombongan belajar (rombel) jenjang SMA,” ujarnya. (hul)
Menurutnya, lokasi sekolah rakyat sangat strategis, berada di pusat Kecamatan Cepu. Bangunan sekolah berdampingan dengan Kantor Lurah Balun dan fasilitas umum lainnya. ’’Jaraknya hanya sekitar 200 meter dari Terminal Tipe A Cepu, serta lima menit dari Stasiun Cepu,” sambungnya. (hul/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko