RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM- Sebanyak 227 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Blora. Mereka diminta tidak hanya menerapkan teori, tapi juga turut memetakan permasalahan dan mendorong inovasi di desa.
Tiga Kampus yang melaksanakan KKN yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu, dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Mahasiswa dari berbagai jurusan itu disebar di 24 Desa.
‘’Kami menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa untuk turut berkontribusi membangun desa dan masyarakat melalui inovasi serta pendampingan yang nyata," ujar Bupati Arief Rohman.
Bupati Arief mendorong agar KKN tidak hanya menjadi ajang praktik teori dari kampus. Namun, juga sebagai momentum untuk memetakan potensi dan permasalahan yang ada di desa.
"Adik-adik yang telah belajar teori di kota, sekarang turun ke bumi. Saya harap bisa memetakan permasalahan yang ada. Saya juga minta ada inovasi atau output. Nanti bisa ditampilkan saat di car free day agar masyarakat tahu hasil karya nyata dari KKN ini," harapnya.
Arief juga meminta agar para mahasiswa dapat menggali potensi desa tempat mereka mengabdi dan memberikan rekomendasi. Kemudian Pemkab nantinya bakal menindaklanjuti.
"Silakan dipetakan, nanti rekomendasinya seperti apa disampaikan. Jadi ada manfaat konkret untuk desa tempat KKN," tambahnya.
Anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Blora Urip Daryanto menekankan agar mahasiswa juga ikut mendorong program prioritas daerah yaitu pengembangan kabupaten organik, terutama dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku pupuk organik.
"Diluar tugas utama KKN, saya harap mahasiswa juga bisa mencari solusi agar petani dapat diarahkan menggunakan pupuk organik. Apalagi Blora merupakan penghasil sapi nomor satu di Jawa Tengah," tegasnya. (luk/zim)
Editor : M. Nurkhozim