RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Luas tanam padi yang ditargetkan pemerintah pusat kepada Blora lebihi target. Kondisi tersebut menegaskan, pemkab siap untuk menjadi lumbung pangan nasional.
Pemkab Blora optimistis area luasan tanam masih bisa bertambah pada musim tanam berikutnya.
‘’Target dari pusat di 20 ribu hektare. Alhamdulillah di bulan Maret Blora sudah bisa mencapai 25 ribu hektare untuk luas tambah tanam. Semoga nanti bisa tambah lagi,’’ kata Bupati Arief Rohman
Pemkab Blora berkomitmen mendukung agenda strategis ketahanan pangan nasional. Gubernur Jawa Tengah telah menekankan bahwa tahun 2026 menjadi tonggak swasembada pangan. Blora saat ini berada di peringkat enam besar produksi padi se-Jawa Tengah.
“Ini harus kita pertahankan dan tingkatkan,” tegasnya.
Bupati berharap gerakan perluasan tanam padi, bisa berdampak nyata pada peningkatan hasil panen dan memperkuat peran Blora dalam menyokong lumbung pangan nasional. Bupati Arief mengaku juga akan menguatkan sumber daya manusia pertanian, akses distribusi pemasaran.
“Kami juga akan optimalkan lahan pertanian yang ada di Blora,“ ungkapnya.
Ia mengatakan, selain kuantitas produksi padi yang meluas, kualitas padi juga menjadi perhatian. Saat ini, pihaknya menggencarkan tanaman padi organik. Inisiasi tersebut sudah berjalan dan akan terus diperluas di setiap desa.
Arif menegaskan, selain swasembada pangan, pemkab juga harus swasembada energi. Ia akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan hal tersebut.
“Terus kita berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk optimalisasi sumber daya domestik, apalagi Blora ini Pertamina dan SKK Migas,” tandasnya. (luk/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana