Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

30 Rumah di Desa Wado Terendam Banjir Luapan Air Sungai Sogo, TMA Bengawan Solo Siaga Kuning di Kedungtuban

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 27 Februari 2025 | 19:48 WIB
BANJIR LUAPAN: Petugas BPBD Blora melakukan asesmen di lokasi banjir luapan Sungai Sogo turut Kecamatan Kedungtuban. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
BANJIR LUAPAN: Petugas BPBD Blora melakukan asesmen di lokasi banjir luapan Sungai Sogo turut Kecamatan Kedungtuban. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Luapan air Sungai Sogo menyebabkan 30 rumah di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban terendam banjir. Selain itu, potensi hujan lebat masih mengintai, berpotensi meningkatnya debit air Bengawan Solo. Hingga sore kemarin (26/2), kondisi tinggi muka air (TMA) Cepu tercatat siaga kuning, tapi cenderung surut.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Triyono menyampaikan, banjir di Desa Wado menyebabkan 30 rumah tergenang air setinggi 100 sentimeter.

Banjir tersebut bukan luapan dari Bengawan Solo, melainkan limpasan air Sungai Sogo yang tidak mampu menampung debit air hujan. ’’Banjir terjadi akibat hujan deras dengan durasi lama, sebabkan air meluap masuk permukiman warga,” ungkapnya.

Triyono menyampaikan, hingga sore kemarin banjir yang melanda rumah warga sudah berangsur surut. Sementara, untuk status TMA Bengawan Solo yang melintasi Kecamatan Kradenan, Kedungtuban, dan Cepu siaga kuning sore kemarin (26/2). Namun, cenderung surut.

’’Untuk sungai Bengawan Solo siaga kuning, per sore ini cenderung surut,” ungkapnya. Ia mengatakan, wilayah hulu bengawan di daerah Ngawi, Solo, dan Sragen hujan lebat sore kamrin (26/2). Hal itu, bisa menjadi kemungkinan debit air bengawan naik.

Namun, untuk wilayah Blora belum diketahui bakal terjadi hujan lebat kedepannya. Namun sore ini terjadi hujan lebat. ’’Belum ada info (dari BMKG) untuk wilayah Blora apakah akan terjadi hujan lebat lagi,” ungkapnya.

Triyono menambahkan, naiknya air Bengawan Solo juga menyebabkan beberapa titik longsoran. Pihaknya hingga sore kemarin masih melakukan pendataan lokasi mana saja yang terdampak. ’’Kami masih melakukan inventarisasi titik yang longsor akibat naiknya air bengawan,” tutupnya. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sragen #longsor #BPBD Blora #solo #bengawan solo #hujan lebat #cepu #banjir #kedungtuban #tma #bpbd #sogo #BMKG #ngawi #kradenan #blora