BLORA, Radar Bojonegoro - Pascakecelakaan kerja di lokasi proyek pembangunan gedung RS Muhammadiyah PKU Blora pada Sabtu (8/2), Polres Blora masih proses penyelidikan. Anggota Polres Blora dibantu Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng lakukan olah TKP kembali kemarin (10/2)
Dan, mengidentifikasi beberapa barang bukti. Juga memeriksa belasan saksi. Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto mengatakan, saat proses identifikasi pascatragedi itu, pihaknya langsung menemukan beberapa hal penting.
’’Kami coba selidiki, ternyata benar ada tali sling putus yang kami duga kemarin sebagai penyebabnya. Kami juga coba cari keterangan dari operator,” ujarnya. Walau begitu, ia akui masih belum bisa memastikan penyebab kecelekaan proyek yang menelan empat korban jiwa dari total 13 pekerja yang terlibat kecelakaan kerja tersebut.
’’Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi ya. Ada sebelas orang yang saat ini masih dimintai keterangannya,” jelasnya. ia juga mengatakan, olah TKP lanjutan ini difokuskan membongkar mesin lift crane yang membawa belasan korban tersebut.
’’Mesinnya ini kami identifikasi dulu. Kami akan serahkan ke Labfor Polda Jateng untuk didalami,” terangnya. AKBP Wawan menegaskan, bahwa hingga olah TKP lanjutan ini, pihaknya masih belum bisa mengarahkan siapa yang dijadikan tersangka.
’’Masih belum (ada tersangka). Masih kami dalami. Intinya, sebelas orang saksi ini kami coba periksa. Seluruh aktivitas proyek kami hentikan sampai penyelidikan rampung,” bebernya.
Diketahui, kecelakaan kerja tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Sabtu (8/2). Saat itu, tali sling lift crane yang mengangkut 13 pekerja itu putus, sehingga terjun bebas dari ketinggian kurang lebih 12 meter. Dilaporkan empat pekerja meninggal dunia dan Sembilan pekerja jalani perawatan di rumah sakit. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana