Festival Seabad Pram resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora, kemarin (6/2). Festival ini bertujuan untuk memperingati hari lahir sastrawan besar dunia asli Blora.
PROSESI Festival Seabad Pram diawali pemukulan gong dan penyerahan buku karya Pramoedya Ananta Toer oleh putrinya, Astuti. Keluarga Pram berharap Kabupaten Blora menjadi daerah percontohan budaya atau teras budaya nasional.
Astuti mengatakan, Blora berpotensi menjadi daerah percontohan budaya. Sebab, menurutnya, ayahnya telah membuat peta Blora bersama dengan Samin Sedulur Sikep untuk membuka mata dunia tentang Blora.
’’Itu sudah digambarkan oleh Pram dan didampingi Samin Sedulur Sikep. Pram pernah berkata, sinyal-sinyal di Blora perlu disuarakan. Melalui apapun. Seperti yang dilakukan Pram pada buku-bukunya. Cerita Dari Blora, Gadis Pantai, dan Tetralogi Buru,” ujarnya.
’’Sudah sepantasnya Blora dikenal dunia dan dijadikan daerah percontohan yang menjadi kiblat para seniman dan sastrawan,” tambahnya.
Menteri Fadli Zon mengatakan, dirinya merasa senang dan bahagia bisa hadir kembali ke Kabupaten Blora untuk membuka peringatan Seabad Pram.
’’Blora tidak hanya menjadi tempat kelahiran Pramoedya saja, tapi juga melahirnya banyak tokoh besar lainnya seperti Tirto Adhi Soerjo, bapak Pers Nasional. Bahkan, Pram dalam karyanya juga banyak mengisahkan Tirto Adhi Soerjo, sebagai Minke. Yang sebentar lagi 9 Februari kita peringati sebagai Hari Pers Nasional,” ucap Fadli Zon.
Fadli Zon juga mengatakan, dirinya sepakat dengan pernyataan putri Pram untuk menjadikan Blora sebagai teras pengembangan budaya nasional. ’’Saya sepakat. Blora sudah selayaknya menjadi teras atau serambi pengembangan budaya nasional. Beberapa bulan lalu saat saya ke Blora nonton langsung ada karnaval ekspresi budaya yang begitu luar biasa. Ditambah potensi sastranya, dan lainnya. Hal ini patut untuk kita dukung bersama,” lanjut Fadli Zon.
Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, mengaku senang dan bangga karena Blora sebagai tanah kelahiran Pram ditunjuk sebagai lokasi kick off peringatan Satu Abad Pramoedya Ananta Toer. Apalagi banyak dihadiri seniman dan sastrawan dari berbagai wilayah nusantara, bahkan internasional.
’’Selamat datang di Blora Menteri Fadli Zon. Terima kasih berkenan hadir membuka langsung Festival Blora Seabad Pram. Terima kasih juga untuk keluarga Pramoedya Ananta Toer. Dengan adanya festival ini, semakin meneguhkan Blora sebagai inspirasi sastra dunia. Jika Pak Presiden dan Pak Menteri siap menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan budaya dunia, maka Blora siap menjadi teras pengembangan budaya nasional,” ucapnya.
Menurutnya, peringatan ini menjadi momen istimewa bagi dunia sastra. Tidak hanya Blora dan Indonesia, tapi juga dunia. Dengan lebih dari 50 karya yang diterjemahkan ke 42 bahasa, Pramoedya adalah penulis besar Indonesia dengan segala pemikirannya.
’’Bahkan banyak karya beliau yang menceritakan tentang Blora, mengenalkan Blora ke kancah dunia. Seperti halnya Cerita dari Blora, Jejak Langkah, dan sejumlah buku lainnya,” pungkasnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana