Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

PP Blora Tolak Rencana Penamaan Jalan Pramoedya, Minta Ditunda dan Dikaji Ulang

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 6 Februari 2025 | 21:27 WIB
CALON JALAN PRAM: Ruas jalan perbatasan Kelurahan Mlangsen dan Beran turut Kecamatan Blora Kota direncanakan akan diberi nama Jalan Pramoedya Ananta Toer. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)
CALON JALAN PRAM: Ruas jalan perbatasan Kelurahan Mlangsen dan Beran turut Kecamatan Blora Kota direncanakan akan diberi nama Jalan Pramoedya Ananta Toer. (RAHUL OSCARRA DUTA/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Gebyar peringatan Seabad Pramoedya Ananta Toer akan diselenggarakan 6-8 Februari. Namun, Pemuda Pancasila (PP) Blora justru menerbitkan surat imbauan kepada Bupati Blora yang mana pada prinsipnya menolak rencana penamaan jalan Pramoedya Ananta Toer.

Pihak PP Blora meminta agar penamaan Jalan Pramoedya ditunda dulu dan dikaji ulang. Sebab, pihak PP Blora menilai Pram dicap sebagai tokoh radikal kiri semasa hidupnya. Surat imbauan dari MPC PP Blora beredar di grup WhatsApp warga Blora pada Selasa malam (4/2).

’’Kami ormas PP Blora yang berideologi Pancasila dan UUD 45 menolak adanya rencana penamaan Jalan di Wilayah Kabupaten Blora dengan Nama Tokoh Radikal Kiri,” tulis Ketua MPC PP Blora Munaji.

Terpisah, netizen Blora geram dengan surat imbauan tersebut. Hingga berita ini ditulis kemarin (5/2), netizen makin geram ketika pamflet perayaan Seabad Pram yang terbaru tak mencantumkan agenda peresmian jalan seperti yang tertera pada pamflet awal.

Salah satu netizen berdomisili Blora, Eko Santoso pun heran dan geram. Terlebih, sosok Pram merupakan tokoh yang sangat inspiratif bagi bangsa Indonesia. ’’Kan aneh kalau ditolak. Pram itu putra daerah, putra bangsa. Karya Pram itu abadi. Apalagi, Pram sendiri pernah menerima berbagai macam penghargaan internasional. Bahkan, Pram masuk nominasi nobel beberapa kali,” ujarnya.

Komentar netizen lainnya juga mempertanyakan apa maksud dari surat tersebut. ’’Kok bisa seorang Pram dicap sebagai tokoh radikal kiri? Apa tidak pernah belajar sejarah?,” ujar salah satu netizen di grup Whatsapp warga Blora, Candra.

Sebelumnya diberitakan, rencana peresmian nama Jalan Pramoedya Ananta Toer di Blora semula hendak diresmikan adalah Jalan Sumbawa itu digeser ke jalan baru perbatasan Kelurahan Mlangsen dan Beran.

Karena pihak keluarga Pram khawatir apabila memgubah nama Jalan Sumbawa yang mana merupakan lokasi rumah semasa kecil Pram akan merepotkan warga dalam mengurus administrasi kependudukan.

Adapun pengusul Jalan Sumbawa menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer ialah Soesilo Toer yang merupakan adik Pramoedya Ananta Toer. Menurut Soes, orang tuanya, Mas Toer sudah menghibahkan beberapa tanah untuk kepentingan masyarakat. Di antaranya tanah yang kini jadi sekolah hingga jalan.

’’Saya tidak peduli. Tetap saya bilang Jalan Pramoedya Ananta Toer adalah eks Jalan Sumbawa. Kalau mereka menuntut, apa tanah yang ke selatan dulu buat lewat kendaraan apa harus saya tarik kembali. Gardu apa perlu saya tarik lagi. Apa SD ini harus saya minta. SMP 5 ditarik kembali. Negara tidak pernah mau menghargai,” ungkapnya. (hul/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#radikal #Munaji #Mlangsen #pramoedya ananta toer #soesilo toer #pram #pemuda pancasila #netizen #uud 45 #pp #blora #bupati blora