BLORA, Radar Bojonegoro – Badan usaha milik daerah (BUMD) PT Blora Patra Energi (PT BPE) bersama Kivell Blora Energy (PT KBE) segera reaktivasi sumur Wonosemi-01. Diperkirakan pengerjaan dilakukan Oktober, dan mulai produksi pada November.
General Manager (GM) PT KBE Dedi Rinaldi menjelaskan, bahwa pihaknya akan segera mereaktivasi sumur yang berada di Kecamatan Banjarejo tersebut. Sebagai langkah awal, pihaknya telah sosialisasi kepada masyarakat sekitar, Kamis lalu (26/9)
’’Kami akan menduplikasi apa yang pernah dilakukan Pertamina. Sebagai langkah awal kami akan lakukan pembersihan akses,” jelasnya. Ia akui, pihaknya telah menyiapkan jalan yang dilalui, mobilisasi peralatan, sampai pembersihan lokasi sumur atau well services dan pengerjaan.
’’Setelah itu, kemudian baru produksi. Dalam produksi, nanti akan dikirim pakai truk. Dari sumur dikirim ke fasilitas Pertamina di Pos Menggung,” ucapnya.
Menurutnya, target produksi bisa dimulai awal November. Sementara, untuk seluruh kegiatan persiapan dilakukan Oktober. ’’Secara potensi kami hanya aktivasi, belum produksi. Jadi, ini baru bisa memperkirakan. Sekitar 25-30 barrels oil per day (BOPD) atau setara 4.769.62 liter per hari,” jelasnya.
Andai nanti maksimal dan berhasil, pihaknya akan kembali melakukan reaktivasi di sumur lain pada 2025. Dengan target di Kedinding. ’’Tergantung hasil aktivasi pertama. Tapi, saat ini, kami sedang analisa potensi yang ada di sumur bekas Pertamina hingga Belanda juga,” ucapnya.
Sementara, Komisaris PT BPE Seno Margo Utomo menyambut baik reaktivasi sumur Wonosemi-01 oleh PT KBE. Terlebih dalam reaktivasi ini melibatkan PT BPE sebagai salah satu pihak pemegang saham.
’’Kami sebagai joint company di PT KBE beryukur dan berharap akselerasi progres reaktivasi ini. Agar segera produksi. Sehingga, bisa menambah PAD (pendapatan asli daerah) ke Blora,” jelasnya. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari