Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemkab Blora Bakal Ajukan Utang Rp 215 Miliar Demi Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 16 Agustus 2024 | 19:56 WIB
ILUSTRASI UANG
ILUSTRASI UANG

BLORA, Radar Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berencana ajukan pinjaman daerah lagi kepada pihak bank. Nilainya lebih besar dari pinjaman yang pernah diajukan sebelumnya. Yakni, Rp 215 Miliar.

Rencananya, pinjaman tersebut untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. Usulan tersebut belum final, masih akan dibahas DPRD dan pemerintah yang akan datang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi membenarkan, adanya rencana pinjaman daerah tersebut.

’’Memang benar, kami merencanakan untuk melakukan pinjaman daerah kembali sebesar Rp 215 miliar,” ungkapnya. Komang menegaskan, pemkab sudah pernah mengajukan pinjaman kepada bank sebesar Rp. 139 miliar pada tahap awal pemerintahan Bupati Arief Rohman.

Hal itu menjadi acuan, karena bisa terbayar. ’’Utang itu bisa kami selesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Juru Bicara (Jubir) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Blora Achlif Nugroho Widi Utomo menyampaikan, usulan pinjaman daerah Rp 215 miliar kepada bank masih belum final. Nominal pinjaman tersebut sudah masuk dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Blora 2025.

’’Ini baru rancangan yang diajukan eksekutif dan akan dibahas lebih lanjut,” ungkapnya. Politikus PPP tersebut kembali menegaskan, rencana pinjaman daerah bukanlah keputusan final. Apakah disepakati berhutang lagi atau tidak, masih perlu digodok.

Nilai yang diajukan juga bisa jadi berubah tergantung kebijakan pemerintahan Blora yang baru. ’’Keputusan finalnya akan dibahas lebih lanjut oleh DPRD yang baru bersama pemerintahan yang akan datang,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Arief Rohman mengungkapkan tantangan pembangunan di Blora salah satunya APBD yang terbatas. Yakni, Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar tiap tahunnya. Sehingga, pemkab lakukan beragam upaya dengan mengajukan bantuan kepada pemerintah provinsi hingga pusat, tak terkecuali dengan skema pinjaman daerah. (luk/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Arief Rohman #DPRD #Pemkab #bupati #Banggar #sekda #kua ppas #jubir #blora