Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

BPS Blora Catat 99,14 Ribu Warga Miskin, Angka Kemiskinan Turun 0,07 Persen

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 30 Juli 2024 | 21:00 WIB
ilustrasi kemiskinan. (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
ilustrasi kemiskinan. (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) dalam setahun terakhir, angka kemiskinan menurun 0,07 persen atau menyisakan 99,14 ribu warga miskin. Penurunan tersebut disebabkan kondisi perekonomian berangsur membaik, diketahui angka garis kemiskinan naik Rp 39 ribu per kapita/bulan.

Kepala BPS Blora Rukhedi melalui Statistisi Madya Suparman mengungkapkan, dari hasil survei mulai Maret 2023 hingga Maret 2024, ditemukan angka kemiskinan di daerah mengalami sedikit penurunan.

Yakni, 11,49 persen pada 2023 menjadi 11,42 persen. ’’(Angka kemiskinan) turun sekitar 0,07 persen dari Maret tahun lalu, dengan jumlah warga miskin sekitar 99,14 ribu jiwa,” ujarnya. Pihaknya mengatakan, turunnya kemiskinan akibat faktor ekonomi masyarakat berangsur membaik.

Diketahui, angka pendapatan masyarakat di garis kemiskinan 2023 mencapai Rp 425.123 per kapita/bulan, naik menjadi Rp 464.959 per kapita/bulan pada 2024. Atau naik Rp 39.824. Pihaknya berharap data yang telah dipaparkan tersebut bisa bermanfaat.

Bupati Arief Rohman mengungkapkan, telah melakukan rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) dengan melibatkan BPS. Hal itu bertujuan memberi masukan dan rekomendasi terhadap upaya pengentasan kemiskinan.

Termasuk peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan isu strategis lainnya. ’’Kami mengundang BPS untuk menyampaikan informasi-informasi terbaru tentang kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja, IPM, IPD, dan juga indikator-lainnya,” ujarnya.

Bupati mengatakan, data yang disampaikan BPS dapat menjadi pertimbangan Pemkab menyusun strategi-strategi yang tepat dalam rangka mengatasi berbagai persoalan. ’’Khususnya indikator utama yang dirilis BPS sebagai barometer kami untuk nantinya arah kebijakan kita ke depan,” ungkapnya.

Arief menekankan kepada seluruh OPD terus berinovasi. ’’Saya minta kepada OPD untuk segera melaporkan inovasi yang sudah dibuat, saya minta tiap hari untuk di-update data-datanya,” tutupnya. (luk/bgs)

 

 

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Warga Miskin #perekonomian #Bupai Blora #bps #penurunan #blora #angka kemiskinan