CEPU, Radar Bojonegoro - Agen tiket resmi Terminal Cepu mulai tempati area baru. Namun, para agen masih khawatir dengan para calo tiket.
Sebab, ruas jalan yang sebelumnya digunakan relokasi agen saat pembangunan terminal berlangsung, hingga Kamis (13/6) belum ditutup.
Diduga para calo memanfaatkan akses lorong itu untuk jajakan tiket.
Agen Tiket Bus PO Kramat Jati, Umi mengeluhkan pintu lorong yang sebelumnya digunakan relokasi belum ditutup. Karena lokasi tersebut menjadi peluang para calo untuk menjual tiket kepada para penumpang. “Kalau pintu itu masih dibuka, agen resmi seperti kita ini penjualannya menurun,” ungkapnya.
Umi mengatakan, pihak terminal berencana menutup akses pintu tersebut. Sehingga penumpang masuknya dari depan pintu terminal. Namun, belum mendapat kepastian penutupan dari pengelola terminal. “Katanya mau ditutup oleh petugas, tapi belum ditutup saat ini,” jelasnya.
Dia berharap akses segera ditutup, agar penjualan tiket bus resmi tidak khawatir tiketnya dijual mahal, dan tidak berpotensi merugikan penumpang.
Tentu, penjualan tiket di para calo lebih mahal dibanding para agen. Diketahui saat ini penjual tiket resmi di terminal baru ada sekitar 12 agen.
Kepala Terminal Cepu Madun, melalui Kasi Administrasi Terminal, Biyoto menyampaikan, pintu tersebut akan segera di tutup.
Namun, masih menunggu arahan dari pimpinan. Dari pihak pengembang sudah disediakan kunci. Namun, belum diberikan. “Sampai sekarang belum diberikan ke saya,” katanya. (luk/msu)
Editor : Hakam Alghivari