Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Talud Longsor, Ruas Jalan Gadon-Ngloram Terputus

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 14 Maret 2024 | 19:21 WIB
LONGSOR: Akses jalan antara Desa Gadon-Ngloram ditutup sementara akibat talud longsor terkikis air sungai Bengawan Solo. (IST/RADAR BLORA)
LONGSOR: Akses jalan antara Desa Gadon-Ngloram ditutup sementara akibat talud longsor terkikis air sungai Bengawan Solo. (IST/RADAR BLORA)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Jalan penghubung antara Desa Gadon-Ngloram turut Kecamatan Cepu terputus akibat talud longsor. Sehingga, akses jalan untuk sementara ditutup. Selain itu, dua rumah warga terancam longsor susualan. Sebab, tepian Bengawan Solo terus terkikis. Kejadian tersebut menambah potensi longsor usai banjir melanda.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Tri menjelaskan, tanah longsor terjadi kembali setelah di Desa Panolan. Lalu, bertambah di Desa Gadon, Kecamatan Cepu kemarin (13/3).

Akibatnya, akses jalan milik kabupaten yang menghubungkan Desa Gadon-Ngloram itu terputus. ’’Kondisi akses jalan kabupaten terputus sepanjang 70 meter dan tidak dapat dilalui kendaraan,” katanya.

Agung menerangkan, tanah longsor terjadi karena dasar sungai tergerus arus sungai Bengawan Solo. Debit bengawan tinggi pada 9-10 Maret. Kemudian, debit turun drastis dan menggerus tebing bengawan. Panjang longsor 70 meter, lebar 6 meter dengan tinggi 10 meter.

’’Selain memutus akses jalan desa, juga mengancam permukiman warga,” jelasnya. Dua rumah warga yang berpotensi longsor susulan yakni, milik Sukiran dan Supi. Karena hanya berjarak dua meter dari bibir longsor sungai Bengawan Solo.

Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ’’Untuk penanganan lebih lanjut kami masih koordinasikan dengan pihak terkait,” terangnya.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, area longsoran tersebut pada 2022 telah dibangun talud atau dinding yang terbuat dari beton atau batu kali sebagai penahan tanah. Namun, karena tidak kuat menahan gerusan air, akhirnya terjadi longsor.

Camat Cepu Ekawati mengaku telah meninjau lokasi longsoran, bersama dengan OPD terkait. ’’Untuk pekerjaan tahun 2022 itu yang lebih mengerti UPTD PU,” ujarnya. (luk/bgs)

 

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Talud #longsor #BPBD Blora #bengawan solo #cepu #TRC #bpbd #opd #blora #ngloram