BLORA, Radar Bojonegoro - Penyebab kebakaran Pasar Medang masih digali pihak kepolisian. Dugaan sementara karena korsleting listrik. Sekitar 200-an lebih kios terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 3 miliar. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora tunggu pihak pemerintah desa (pemdes) untuk langkah penanganan.
Dugaan Sementara Korsleting Listrik
Kapolsek Blora AKP Rustam mengatakan, usai api bisa dipadamkan, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Pasar Medang pada Minggu malam lalu (21/1). Sumber api diduga muncul dari korsleting listrik di salah satu kios.
’’Kami sudah lakukan olah TKP. Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik," ujarnya kemarin (22/1). Rustam memastikan tidak ada unsur kesengajaan membakar Pasar Medang dalam kejadian tersebut.
Dari data dan keterangan saksi yang dikumpulkan lebih banyak mengarah kepada korsleting listrik. Terdapat sekitar 200-an kios hangus terbakar. ’’Fakta di lapangan tidak ada unsur kesengajaan,” katanya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Blora Pujo Catur Susanto mengatakan, api dapat dipadamkan sekitar pukul 18.16 WIB pada Minggu lalu (21/1) atau dua jam setelah petugas gabungan berjibaku dengan api.
Kerugian Ditaksir Rp 3 Miliar
Kerugian akibat kebakaran Pasar Medang ditaksir mencapai Rp 3 miliar. ’’Kami terjunkan sekitar 50 personel. Ditambah bantuan damkar (pemadam kebakaran) dari Rembang,” jelasnya.
Kepala Dindagkop UKM Blora Kiswoyo menerangkan, penanganan kebakaran Pasar Medang berbeda dengan Pasar Ngawen. Sebab, Pasar Medang bukan pasar milik daerah, melainkan pasar milik desa. Sehingga secara kebijakan, pemdes yang lebih punya kewenangan.
’’Tapi, tetap bagaimana pun pedagang yang terdampak adalah pedagang daerah. Tapi, bangunan pasar itu milik pemdes,” terangnya. Adapun tindak lanjut penanganan dari pihak dinas masih menunggu langkah yang diambil dari pihak Pemdes Medang.
Sementara, untuk para pedagang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bakal melakukan peninjauan untuk memberikan bantuan kepada pedagang terdampak. ’’Pemkab sudah menjadwalkan untuk meninjau lokasi dan upaya selanjutnya,” tutupnya. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari