Kepala Terminal Tipe A Cepu Emi Gestariyanti membenarkan bahwa pembangunan Terminal Cepu segera dimulai. Pembangunan awal bakal ditandai dengan ground breaking atau peletakan batu pertama oleh Kementerian Perhubungan di lapangan terminal.
''Ini akan dibangun oleh kementerian, jumlah dananya langsung dari kementerian,'' jelasnya.
Emi menjelaskan, sebelum prosesi pembangunan, para pedagang sudah mendapatkan pemberitahuan. Surat edaran sudah disosialisasikan agar pedagang segera melakukan pembongkaran bangunan yang mereka tempati.
Kemarin bangunan permanen dan semi permanen di sekitar terminal mulai dibongkar para penghuninya.Para pedagang tampak pasrah dan gelisah karena mereka belum tahu bakal pindah ke mana.
Tatik, salah satu pedagang mengaku masih bingung ingin pindah ke mana.
Bingung, belum ada solusi untuk pindah ke mana. Semoga saja bisa berjualan lagi, terangnya.
Hal yang sama diungkapkan Marfuah. Pedagang barang rumah tangga. Dia mengaku tidak diberi arahan. Hanya diminta mencari lokasi berjualan sendiri. Menurutnya pihak terminal tidak mau tahu. Sebelum pembongkaran harus pindah. Sebab, lahan yang dipakai itu bukan milik pribadi.
''Diberi waktu hingga Jumat (hari ini). Saya tidak mempunyai harapan. Tergantung pada diri saya sendiri. Nanti kiosnya seperti apa, yang bisa jualan apa saja kan belum tahu," katanya.
Marfuah sudah 18 tahun berjualan. Kali petama dia mendapatkan kios dari orang lain. Selama berjualan dia sempat merasakan pernah ditarik uang kebersihan dan keamanan. Setelah itu, berubah aturan menjadi hanya bayar dua kali dalam dua tahun. Setiap tahun bayar Rp 3,2 juta.
Dulu setiap bulan ada uang keamanan dan kebersihan. Terus ganti kepala ganti kebijakan. Dulunya hak pakai menjadi hak sewa. Perubahan hak sewa itu disuruh bayar dua kali nilainya Rp 3,2 juta, jelasnya. (luk/zim)