Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Terminal Cepu Diperbaiki, Bagaimana Nasib Pedagang Belum Dapat Relokasi

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 16 Juni 2023 | 21:11 WIB
JUJUGAN PENUMPANG: Terminal Cepu tampak lengang. Seorang melintas menuju kios menghadap dalam terminal. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
JUJUGAN PENUMPANG: Terminal Cepu tampak lengang. Seorang melintas menuju kios menghadap dalam terminal. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Pembangunan Terminal Tipe A Cepu bakal dimulai Jumat ini (16/6). Sejumlah alat berat sudah didatangkan ke lokasi sejak Kamis (15/6). Di sisi lain, para pedagang yang menempati kios terminal tampak gelisah. Mereka belum mendapatkan tempat relokasi.

Kepala Terminal Tipe A Cepu Emi Gestariyanti membenarkan bahwa pembangunan Terminal Cepu segera dimulai. Pembangunan awal bakal ditandai dengan ground breaking atau peletakan batu pertama oleh Kementerian Perhubungan di lapangan terminal.

''Ini akan dibangun oleh kementerian, jumlah dananya langsung dari kementerian,'' jelasnya.

Emi menjelaskan, sebelum prosesi pembangunan, para pedagang sudah mendapatkan pemberitahuan. Surat edaran sudah disosialisasikan agar pedagang segera melakukan pembongkaran bangunan yang mereka tempati.

Kemarin bangunan permanen dan semi permanen di sekitar terminal mulai dibongkar para penghuninya.Para pedagang tampak pasrah dan gelisah karena mereka belum tahu bakal pindah ke mana.

Tatik, salah satu pedagang mengaku masih bingung ingin pindah ke mana.

Bingung, belum ada solusi untuk pindah ke mana. Semoga saja bisa berjualan lagi, terangnya.

Hal yang sama diungkapkan Marfuah. Pedagang barang rumah tangga. Dia  mengaku tidak diberi arahan. Hanya diminta mencari lokasi berjualan sendiri. Menurutnya pihak terminal tidak mau tahu. Sebelum pembongkaran harus pindah. Sebab, lahan yang dipakai itu bukan milik pribadi.

''Diberi waktu hingga Jumat (hari ini). Saya tidak mempunyai harapan. Tergantung pada diri saya sendiri. Nanti kiosnya seperti apa, yang bisa jualan apa saja kan belum tahu," katanya.

Marfuah sudah 18 tahun berjualan. Kali petama dia mendapatkan kios dari orang lain. Selama berjualan dia sempat merasakan pernah ditarik uang kebersihan dan keamanan. Setelah itu, berubah aturan menjadi hanya bayar dua kali dalam dua tahun. Setiap tahun bayar Rp 3,2 juta.

Dulu setiap bulan ada uang keamanan dan kebersihan. Terus ganti kepala ganti kebijakan. Dulunya hak pakai menjadi hak sewa. Perubahan hak sewa itu disuruh bayar dua kali nilainya Rp 3,2 juta, jelasnya. (luk/zim)

Photo
Photo
DIBONGKAR: Kios di Terminal Cepu mulai dibongkar. Hingga kini pedagang belum mendapatkan lokasi jualan baru. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA) Editor : M. Yusuf Purwanto
#mBangun Blora Berkelanjutan Sesarengan #Terminal A Cepu #pembangunan #blora