Setelah ini baru kami konsep apa yang akan kami angkat dari beberapa potensi yang ada. Nanti kami prioritaskan. Tidak secara keseluruhan. Kami siapkan data terlebih dahulu kajian dan data lain," ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bondan Arsiyanti kemarin (7/6).
Asiyanti menjelaskan, konsep yang di bawa pada festival investasi bukanlah untuk mendatangkan investor. Melainkan untuk memberikan pelayanan kemudahan bagi pelaku usaha di daerah. Ke depan pihaknya bakal mengadakan bisnis gathering bagi calon investor.
Memang tujuannya kami hari ini tidak untuk menarik investor masuk dan tidak. Yang bisnis gatheringnya belum, baru nanti ke depannya akan ada gathering. Prinsipnya untuk mendukung invenstasi," katanya.
Ia mengatakan, selama dua hari festival berlangsung tercatat 1.295 pengunjung yang memanfaatkan berbagai macam layanan perizinan. Instansi yang sebelumnya di Mal Pelayanan Publik (MPP) dipindahkan selama dua hari di GOR Mustika.
Angka itu belum maksimal, masih jauh dari angka yang kami harapkan. Mungkin publikasi kita yang belum maksimal," terangnya.
Sementara itu, Sekda Blora Komang Gede Irawadi mengatakan agenda festival investasi dan tenaga kerja dipadukan dan berjalan beriringan. Menurutnya, menata iklim investasi menjadi kewajiban daerah, menyiapkan peluang-peluang kerja kepada masyarakat.
Harus bergandengan, disaat investasi meningkat tentu yang lapangan pekerjaan juga meningkat. Pemerintah daerah harus punya peran bagaimana menyiapkan peluang kerja," paparnya. (luk/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto