Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Blora Amalia Winarni menjelaskan, CJH lansia yang berangkat tahun ini hanya sembilan orang. Jumlah itu berkurang dari kuota yang diberikan, yakni 20 kursi.
''Berkurangnya kursi itu karena sakit permanen dan meninggal dunia,'' terangnya.
Amalia menjelaskan, bagi CJH lansia tahun ini tidak ada pendampingan oleh keluarga. Kemenag telah menyediakan petugas khusus untuk mendampingi para lansia saat beribadah di Makkah.
''Nanti di kloter ada petugas kloter, ada pembimbing ibadah, ada dokter, dan tenaga medis,'' tuturnya.
Kepala Kemenag Blora M. Fatah mengatakan, para petugas pendamping lansia tahun ini harus sigap. Kebijakan itu untuk memaksimalkan kuota karena sebelumnya kuota haji berkurang.
''Untuk CJH lansia yang paling tua sekitar umur 93 tahun, pendamping dari Kemenag harus sigap,'' jelasnya.
Pihaknya meminta kepada CJH asal Blora untuk menjaga kesehatan sebelum dan saat ibadah haji berlangsung. Agar semua rukun haji bisa dilaksanakan semua.
’’Ibadah haji merupakan ibadah fisik, maka para calon jemaah haji kami menjaga kesehatannya secara mandiri agar semua rukun haji bisa dilaksanakan secara sempurna,” tambahnya.
Sebelumnya, sebanyak 637 CJH asal Blora itu akan terbagi tiga kloter. Yakni, kloter 92 sebanyak 109 calon jemaah haji Blora bergabung dengan CJH dengan Rembang. Kloter 93 sebanyak 355 CJH asal Blora semua. Sedangkan kloter 94 sebanyak 179orang. (luk/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto