Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Dinkes Blora Edy Widayat dari Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersamaan launching kegiatan PMT Berbahan Pangan Lokal di aula Kemenkes RI Rabu(17/5) lalu.
‘’Penghargaan ini akan memacu kami dan semua pihak yang terlibat di Blora, termasuk kader,’’ ujar Kadinkes Edy Widayat.
Edy memaparkan, best practice adalah suatu cara yang paling efisien dan efektif untuk menyelesaikan permasalahan berdasarkan prosedur yang dapat diulang. Di mana prosedur tersebut terbukti dan teruji.
‘’Di Blora kami terapkan dengan pemberian ragam panganan lokal diberikan kepada keluarga berisiko stunting," jelasnya.
Edy menjelaskan, dasar penilaian perolehan penghargaan best practise yakni dari keragaman menu PMT lokal, realisasi anggaran, data monitoiring, evaluasi dan respons Dinkes dan PKK (kader). Beberapa poin tersebut dinilai baik oleh kementerian kesehatan.
Ia menyampaikan bahwa program PMT berbahan pangan lokal juga dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan berbagai pihak di tingkat kabupaten dalam upaya penanggulangan stunting.
‘’Termasuk upaya perbaikan gizi ibu dan balita," jelasnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi memaparkan bahwa Program PMT berbahan pangan lokal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka kasus stunting yang masih berada di angka 21,6 persen dan angka kasus wasting yang masih di angka 7,7 persen.
"Pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal merupakan rangkaian dari titik krusial dalam upaya pencegahan stunting," ujarnya. (adv) Editor : M. Yusuf Purwanto