Kades Kepoh Kecamatan Jati Sulawan membenarkan jika ruas jalan yang berada di desanya rusak parah. Sering dilalui truk bertonase tinggi. Pemkab melakukan penggrosokan jalan Sabtu (13/5). Sejumlah truk memuat bebatuan grosok datang menambal jalan rusak parah.
‘’Penggrosokan upaya darurat, agar bisa dilalui masyarakat, jalan rusak memprihatinkan," ujarnya.
Kades mengaku belum tahu penggrosokan akan membutuhkan berapa truk. Bantuan dari Bupati uasi kunjungan di desanya dan memerintahkan dinas Pekerjaan umum dan penattan ruang (PUPR) melakukan penanganan sementara kerusakan jalan.
Diperkirakan ruas jalan yang diberi batu grosok sekitar 2,5-3 kilometer. Dilanjutkan pekerjaan pemberian grosok untuk tambal sulam di selatan jembatan. Dia berharap penggrosokan bisa sampai Kepoh, Karangtengah dan Gejeg. Setelah itu pemkab melanjutkan pembetonan. ‘’Semoga nanti dapat dibeton. Semoga dapat anggaran di Perubahan APBD 2023," jelasnya.
Kepala DPUPR Blora Samgautama Karnajaya mengatakan, usai diperintah bupati pihaknya turun lapangan melakukan perbaikan sementara jalan rusak di Desa Kepoh. Penanganan darurat dengan pengurukan grosok di beberapa titik jalan rusak parah.
Diketahui Bupati Arief Rohman Jumat (12/5) lalu meninjau kondisi kerusakan jalan kabupaten di kawasan hutan Desa Kepoh yang membelah hutan Perhutani KPH Randublatung. ‘’Jumat lalu saya habis dari Kepoh. Saya minta DPU menggrosok jalan rusak terlebih dahulu. Kami berupaya mencari anggaran agar pembangunan jangka panjangnya bisa dilakukan," ucapnya.
Bupati menjelaskan, ruas jalan Kepoh-Gejeg-Kemadoh pada 2022 baru saja selesai perbaikan, berupa pemadatan jalan. Namun, rusak kembali karena dilintasi truk truk bertonase berat pengangkut hasil tebangan kayu jati hutan Perhutani. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto