Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Permintaan Naik, Harga Bapok Masih Stabil

M. Yusuf Purwanto • Jumat, 14 April 2023 | 19:36 WIB
TERKENDALI: Tim Pengendali Inflasi Daerah melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Sido Makmur Blora. (RAHUL OSCARA DUTA/RDR.BLORA)
TERKENDALI: Tim Pengendali Inflasi Daerah melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Sido Makmur Blora. (RAHUL OSCARA DUTA/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro –Harga bahan pokok (bapok) di sejumlah pasar di Blora relatif stabil. Meski permintan mengalami naik kenaikan, belum ada lonjakan harga pada komoditas tertentu. Hal itu karena pasokan bapok masih aman dan terkendali.

 

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Blora Sugeng Sumarno mengatakan, harga-harga bapok di pasaran tepantau masih stabil. Itu terjadi di semua komoditas. Mulai beras hingga minyak goring.

 

Selain itu, juga tidak ditemukan penimbunan bahan pokok seperti beras dan minyak goreng. Hal itu menjaga harga tetap stabil meskipun permintaan menjelang Lebaran tinggi.

 

‘’Stok minyak goreng curah maupun yang bermerek masih mencukupi,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (13/4).

 

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Blora Kiswoyo melalui Kabid Perdagangan Siti Mas’amah mengatakan, pihaknya juga terus memantau dan mengawasi pergerakan harga bapok di pasaran. Saat ini harga masih stabil.

 

‘’Saat ini bahan pokok di setiap pasar yang sudah diinput dalam aplikasi masih relatif stabil menjelang Lebaran ini,’’ tuturnya.

 

Ketersediaan beras di sejumlah pasar di Blora masih cukup banyak. Total ketersediaannya mencapai 18.177 ton. Sedangkan kebutuhan sebanyak 224,41 ton. Harganya di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kilogram (kg).

 

Minyak goreng juga masih cukup banyk, yakni mencapai 175 ton dengan kebutuhan 19,10 ton.

 

‘’Walaupun stok Minyakita yang statusnya sebagai minyak DMO (domestic market obligation) itu kosong dari distributor. Stok minyak goreng dari merek lain dan curah masih sangat cukup. Jadi, kami tidak mengandalkan Minyakita saja, meskipun harga dan kemasannya lebih menarik,’’ jelasnya. (hul/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Stabil #mBangun Blora Berkelanjutan #bahan pokok #blora