Kepala Bidang Kesehaatan Hewan DP4 Blora Tejo Yuwono mengatakan, LSD menjadi pekerjaan rumah jika nantinya tiga ekor sapi itu terbukti mengidap virus tersebut. Saat ini hasil laboraturium maish belum keluar.
‘’Hasil lab belum jadi. Diduga LSD dan sudah diobati kemarin,’’ jelasnya.
Pihaknya masih belum mengeluarkan pernyataan resmi. Itu agar tidak membuat panik peternak dan masyarakat. ‘’Masih perlu banyak evaluasi. Tolong semua pihak jangan memandang kesehatan hewan hanya sebelah mata,’’ tegasnya.
Tejo menjelaskan, kesehatan hewan perlu diperhatikan. Juga harus diberikan penanganan khusus dalam menghadapi kasus seperti saat ini. Kesehatan hewan itu sangat vital. Ketika semua abai bisa membuat perekonomian tidak bagus. ‘’Perekonomian jadi porak-poranda karena masalah ini dipandang sebelah mata,’’ imbuhnya.
Kepala Dinas DP4 Blora Gundala Wejasena mengatakan, LSD berbeda dengan PMK. Gejalanya ada benjolan di kulit. Belum diketahui asal-usul wabah tersebut. ‘’Yang terpenting ini harus segera bisa diatasi mengingat PMK belum selesai,’’ jelasnya. (hul/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto