Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora Yayuk Windarti mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk menyukseskan pilkades tahun ini. Pihaknya sudah memperinci setiap anggaran.
‘’Kami harap anggaran tersebut digunakan dengan maksimal. Harus tanggung jawab dengan apa yang dianggarkan,’’ ujarnya kemarin (12/1).
Kendala utama pilkades ini ketidakpastian jadwal. Menurutnya, dinas PMD akan mengikuti sesuai regulasi berlaku dan merancang pelaksanaan, meskipun belum pasti. ‘’Kami harap seluruh elemen atau OPD lainnya terkait turut sukses acara ini, karena jelang tahun politik’’ jelasnya.
Ia menambahkan, meski banyak opsi untuk menunjuk penjabat (Pj) kades, namun tidak mudah untuk menentukan. Karena setiap PNS punya tugasnya sendiri. ‘’Terpenting PNS, bisa dari kecamatan atau kabupaten’’ tuturnya.
Selain itu, ada desa-desa yang jaraknya jauh bagi penunjukan PNS yang dijadikan Pj juga menjadi kendala. Karena dianggap tidak efektif. ‘’Jangan sampai hal-hal tersebut justru merugikan masyarakat desa setempat,’’ jelasnya. (hul/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto