Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Membuktikan Blora Terkenal Kering, Bisa Ditanami Buah

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 7 Januari 2023 | 17:23 WIB
MENGGODA: Buah melon tampak menggelantung di ranting-ranting dan daun pohon. Pengunjung bisa petik buah sendiri di kebun berada di Desa Sambongrejo. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
MENGGODA: Buah melon tampak menggelantung di ranting-ranting dan daun pohon. Pengunjung bisa petik buah sendiri di kebun berada di Desa Sambongrejo. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Buah melon bergelantungan pada ruang khusus budidaya di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong. Buah bundar hijau itu tampak sudah siap panen. Pemilik mengonsepnya wisata petik buah, belum sampai menyuplai daerah lain dan supermarket.

 

Agus Supartoyo pemilik kebun melon memulai tanam satu tahun lalu dan sudah panen lima kali. Pemasarannya belum sampai kirim keluar kota, hanya di sekitar Kecamatan Cepu dan Blora. Hasil panen melon biasa dijual di supermarket, namun ia belum mengambil opsi tersebut.

 

"Kami kemas wisata petik buah. Pelanggan datang sendiri. Kadang pesan minta dikirim puluhan buah. Per kilogram Rp 25 ribu, masih terjangkau dibanding harga supermarket," lanjutnya.

 

Ia menjelaskan, sudah ada beberapa rombongan datang ke kebunnya, terbaru rombongan pelajar dari SMAN 1 Cepu. Bersama para guru untuk petik buah dan tertarik belajar kebun melon tersebut. "Sudah puluhan pengunjung datang langsung untuk berwisata petik buah sekaligus belajar tanaman," tuturnya.

 

Agus menerangkan, benih tanaman melon diperoleh dari salah satu perusahaan Tunas Agro di Semarang. Pembibitan di lahan miliknya, dengan sistem penyiraman tenaga listrik, proses penyiraman sudah dicampur dengan pupuk cair.

 

‘’Sehingga tidak perlu menyiram manual. Kebun ini di Jawa Tengah baru ada di Semarang dan Blora. Kami ingin membuktikan bahwa Blora dikenal panas, dan kering bisa untuk berkebun buah," pungkasnya.

 

Ia mengaku memiliki tiga kebun. Meliputi di Desa Pojokwatu di belakang rumah, sudah panen bulan lalu. Kini panen di kebun kedua di Sawur, Kecamatan Sambongrejo. Total di kebun keduanya sekitar 1.500 pohon. Mmasa tanam sampai panen hanya butuh waktu dua bulan.  Untuk varietas Kirani butuh waktu 55 hari hingga 60 hari baru bisa panen.

 

Sedangkan, varietas Kinanti lebih  lama 10 hari dari Kirani, sekitar 65 hari. ‘’Satu pohon satu buah agar perkembangannya maksimal," terangnya.

 

Eny Purwaningsih salah satu pengunjung mengaku senang dan tertarik belajar tanaman melon di Sambongrejo. Konsep kebunya bagus, seperti rumah. Bisa dikembangkan menjadi agrowisata alternatif di daerah.

 

"Kebunnya bersih. Hujan tidak basah, dan buahnya manis. Tadi saya ambil beberapa buah ditimbang. Rencananya besok mau ajak suami dan anak-anak datang ke sini lagi," tuturnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Ditanami Buah #kebun melon #mBangun Blora Berkelanjutan #blora