’’(Serapan anggaran) kami akan layani sampai pukul 00.00 tanggal 31 Desember (optimistis serapan 95 persen).’’
SLAMET PAMUJI, Kepala BPPKAD Blora
BLORA, Radar Bojonegoro - Serapan APBD hingga kemarin (21/12) belum 100 persen. Berdasar data rekapitulasi pendapatan dan belanja, serapan anggaran masih 80,84 persen dari total APBD Rp 2,5 triliun lebih. Serapan paling rendah dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Slamet Pamuji mengatakan, serapan anggaran hingga saat ini masih sangat wajar. Dibanding tanggal yang sama pada tahun lalu. “Saat ini masih belum cair sebagian besar adalah LS. Pengadaan barang dan jasa,” katanya
Selain dinas PUPR, juga dinas pemuda, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata (dinporabudpar) dan dinas pangan, pertanian, peternakan, dan perikanan (DP4). Misalnya, proyek Jalan Galuk-Kedungtuban, Alun-Alun Jipang, dan rumah potong hewan (RPH). “Beberapa pekerjaan itu dalam pantauan khusus. Tapi, secara umum tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” bebernya
Dia optimistis, tahun ini angka penyerapan tetap bisa mencapai 94-95 persen. “Kami akan layani sampai pukul 00.00 tanggal 31 Desember,” bebernya.
Sebelumnya, Ketua DPRD M. Dasum meminta Pemkab Blora untuk memacu serapan anggaran di sisa waktu. Kondisi itu perlu peningkatan kinerja agar realisasi APBD dapat tercapai. Dasum mengaku telah berkomunikasi sejumlah pihak pemkab membahas hal tersebut dan meminta segera memacu penyerapan pada 2022.
”Karena apa? Ini sudah mendekati akhir tahun. Proyek-proyek yang belum jadi, saatnya nanti kita minta PU memberikan peringatan,” bebernya belum lama ini.
Menurutnya, lambatnya proses penyerapan akan berpengaruh pada perekonomian masyarakat Kota Samin. Dasum berharap agar pekerjaan segera diselesaikan dengan baik dan penyerapan bisa disegerakan. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto