Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Sulit Hentikan Tengkulak Beras

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 12 November 2022 | 03:15 WIB
PANGAN: Petani bertanam padi. Dinas terkait klaim produksi padi meningkat, hanya kerap dijual ke luar daerah. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
PANGAN: Petani bertanam padi. Dinas terkait klaim produksi padi meningkat, hanya kerap dijual ke luar daerah. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
’’Jika mau menghentikan tengkulak juga sulit.’’

SUSILO WARDOYO, Kabid Ketahanan Pangan Susilo Wardoyo

BLORA, Radar Bojonegoro - Kebutuhan pangan di daerah dipastikan tercukupi, terutama bahan pokok berupa beras. Beberapa tempat penggilingan didata, memastikan stok terkendali. Namun, Pemkab Blora masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) agar saat panen raya gabah tidak banyak keluar daerah. Keberadaan tengkulak memicu beras kerap dipasok ke luar daerah.

 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, produksi tanaman padi daerah mengalami kenaikan pada akhir 2021. Terdata sebanyak 490.209 ton atau 12.660 ton lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Gundala Wejasena mengungkapakan, tahun ini stok pangan di daerah dipastikan terkendali, tidak ada kekurangan. Terutama untuk bahan pokok seperti beras. "Yang jelas kami pastikan kondisinya aman, setiap rumah ada gabah (dikeringkan)," ujarnya.

 

Gundala memastikan, di beberapa tempat penggilingan padi stok masih tersedia melimpah. Saat panen seperti di penggilingan Desa Kamolan, Kecamatan Blora Kota, diperkirakan 1,1 juta kilogram dalam kurun satu minggu gabah digiling. Lalu, disimpan untuk dijual kepada warga.

 

"Data stok beras dari penggilingan kami kumpulkan," jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Susilo Wardoyo membenarkan jika data produksi padi mengalami peningkatan pada tahun lalu. Berdasar data tersebut, pihaknya memastikan kebutuhan pangan masyarakat bisa tercukupi. "Masyarakat tidak perlu khawatir krisis pangan melanda jika produksi terus meningkat," katanya.

 

Menurut Susilo, meski produksi padi melimpah, pihaknya mengaku mempunyai pekerjaan rumah agar hasil panen padi tidak keluar daerah saat panen raya. Kendala di lapangan menurutnya adalah tengkulak, membeli dengan harga murah kemudian dijual di luar daerah.

 

"Jika mau menghentikan tengkulak juga sulit," jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#Petani #padi #Tengkulak Beras #mbangun blora #blora