Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Keluhkan Penjualan Pupuk Lebihi HET

M. Yusuf Purwanto • Rabu, 9 November 2022 | 09:54 WIB
KELUHKAN PUPUK: Petani membajak sawah menggunakan traktor di Kecamatan Cepu. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
KELUHKAN PUPUK: Petani membajak sawah menggunakan traktor di Kecamatan Cepu. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Permasalahan pertanian masih membelunggu para petani daerah, sebab penjualan pupuk subsidi ditemui melebihi harga eceran tertinggi (HET). Selain itu, masalah ketersedian pupuk subsidi dan rencana detail kebutuhan kelompok (RDKK) perlu dibenahi.

 

Koordinator Gabunagan Kelompok Tani Hutan Blora Selatan (GKTHBS) Exi Agus Wijaya mengatakan, petani di lapangan merasa pembelian pupuk subsidi terlalu mahal, seperti para petani di Ngaliron, Kalisari, Temetes, Jatiklampok.

 

Para petani mengeluhkan pupuk subsidi seharusnya bisa dibeli Rp 112.509 per karung, ternyata harus ditebus nilai lebih tinggi. Yakni Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. "Di lapangan para petani berteriak, banyak menjual pupuk di atas HET," jelasnya kemarin (8/11).

 

Hal itulah mendorong beberapa kelompok tani melakukan audiensi dengan DPRD dan pemerintah di ruang paripurna dewan kemarin (8/11). Gabungan kelompok tani (gapoktan) itu memaparkan beberapa poin permasalahan membelenggu petani di daerah.

 

"Kami mencoba menggunakan hak konstitusional sharing kepada pemangku kebijakan," jelasnya.

 

Menurut Exi, kurangnya stok pupuk subsidi mengharuskan petani tidak ada pilihan. Meski harga mahal tetap dibeli. Kemiskinan petani ridak disebabkan hama tikus saja, tapi tataniaga tidak berpihak petani.

 

"Jadi aneh kalau pemangku kebijakan tidak tahu ada pupuk dijual melebihi HET. Itu tidak peduli atau bahkan ikut dalam bagian sistem tata niaga pendistribusian pupuk yang tidak adil ini. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar retorika," ucapnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#DPRD Blora #het #pupuk #Menambah Pupuk #mbangun blora #blora