Kawasan Cepu Direndam Banjir

M. Yusuf Purwanto • Dipublikasikan Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:25 WIB
AIR MELUBER: Seorang petugas mengawasi air banjir merendam kawasan Cepu kota. Hingga pukul 20.30 banjir masih terjadi. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
AIR MELUBER: Seorang petugas mengawasi air banjir merendam kawasan Cepu kota. Hingga pukul 20.30 banjir masih terjadi. (Lukman Hakim/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Hujan deras dua jam menerjang wilayah Kecamatan Cepu kemarin (19/10). Tiba-tiba masyarakat setempat dikagetkan dengan kiriman air dan terjadi banjir. Hingga pukul 20.30 tadi malam, banjir belum surut menggenangi kawasan Cepu perkotaan.

 

Meliputi empat kawasan. Yakni Kelurahan Cepu, Balun, Karangboyo, dan Desa Mulyorejo. Ketinggian banjir mencapai lebih 1 meter. Intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan air tidak dapat ditampung drainase yang saat ini mengalami penyempitan. Akhirnya air meluber ke rumah-rumah warga.

"Air sudah masuk rumah warga, di jalan ketinggian banjir setinggi dada orang dewasa," kata Kasi Pembangunan Kecamatan Cepu Slamet Dwi Cahyo.

 

Slamet mengatakan, rumahnya berada di Kelurahan Balun juga terdampak. Air memasuki rumahnya dengan ketinggian lutut orang dewasa. Sedangkan di jalanan sekitar dada orang dewasa. Banjir kiriman menurutnya disebabkan intensitas hujan cukup deras. Sehingga air meluber ke jalanan dan memasuki permukiman warga. "Semoga banjir cepat surut dan tidak membawa bencana," harapnya.

 

Tim Reaksi Cepat Tanggap (TRC) Blora Suroto menjelaskan, banjir melanda empat kawasan di Kecamatan Cepu. meliputi Kelurahan Cepu, Balun, Karrangboyo dan Desa Mulyorejo. Penyebabnya hujan deras dengan durasi selama 1 sampai 2 jam.

"Penyebab hujan deras dari arah utara Sambong larinya ke sini, ketinggian sekitar 1 sampai 1,5 meter," jelasnya.

 

Suroto menjelaskan, saat ini tim telah siaga di lokasi dan melakukan evakuasi, penduduk dengan permukiman rendah saat ini diamankan ke tempat tinggi. "Total warga terdampak nanti menunggu tim pendata BPBD. Malam ini masih dalam pemantauan," jelasnya. (luk/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
siaga BPBD Blora Air Banjir mbangun blora TCR blora